KRAKSAAN – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kraksaan bersinergi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo menggelar sosialisasi HIV dan Mobile Tes HIV, Senin (10/8/2026) di Aula Rutan Kraksaan.
Kegiatan sosialisasi HIV dan Mobile Tes HIV ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo dr. Hariawan Dwi Tamtomo dan Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Probolinggo Saniwar.
Sebelum acara sosialisasi dimulai, Sekda Ugas Irwanto beserta Kepala Dinkes dr. Hariawan Dwi Tamtomo dan Kepala Disnaker Saniwar melakukan kunjungan kepada pelatihan batik yang diikuti oleh beberapa orang tahanan di halaman depan ruang tahanan.
Kepala Rutan Kelas IIB Kraksaan Galih Setiyo Nugroho menyampaikan kegiatan ini adalah sebagai bukti bentuk perhatian pemerintah daerah kepada Rutan Kraksaan. Dimana warga binaan disini adalah kelompok rentan yang terpapar pada banyak penyakit.
“Semoga dengan terlaksananya kegiatan ini dapat bermanfaat bagi kita semua disini, baik bagi warga binaan maupun petugas petugas rumah tahanan ini. Selain itu, kegiatan sosialisasi ini dapat menambah pengetahuan, motivasi dan menjadikan kondisi warga binaan di Rutan Kraksaan nantinya benar-benar sehat kedepannya,” ungkapnya.

Sementara Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto mengapresiasi koordinasi yang selama ini dilakukan Kepala Rutan Kraksaan dengan Pemerintah Kabupaten Probolinggo. Komunikasi dan sinergi tersebut penting untuk memastikan program pembinaan warga binaan berjalan secara menyeluruh.
“Saya menilai masa menjalani pembinaan di Rutan Kraksaan dapat menjadi momentum bagi warga binaan untuk melakukan introspeksi sekaligus mempersiapkan perubahan ketika nantinya kembali ke tengah masyarakat,” katanya.
Ia mengatakan pembinaan tidak hanya berkaitan dengan keterampilan kerja, tetapi juga perubahan pola pikir, perilaku dan kepedulian terhadap kesehatan. Karena itu, sosialisasi HIV dinilai memiliki peran penting dalam memberikan pemahaman kepada warga binaan mengenai risiko serta dampak penyakit tersebut.
“Ketika seseorang masuk menjadi warga binaan, ini bisa menjadi kesempatan untuk merenungi diri sekaligus melakukan perubahan perilaku agar nantinya menjadi orang yang lebih baik dan bermanfaat,” jelasnya.
Menurut Sekda Ugas, program sosialisasi dan mobile test HIV memberikan dua manfaat sekaligus. Sosialisasi menjadi sarana edukasi untuk meningkatkan pemahaman, sedangkan pemeriksaan membantu mengetahui kondisi kesehatan warga binaan secara lebih dini.

“Ini merupakan pemahaman sekaligus pengetahuan terhadap dampak negatif HIV agar tidak terjerumus. Sedangkan pemeriksaan dilakukan untuk memastikan warga binaan nantinya benar-benar sehat,” pungkasnya. ***
Penulis : Mujiono
Editor : Tim Bromo Info
