Thursday, October 8, 2026
Depan > Kemasyarakatan > Ritual Yadnya Kasada 2026, Bupati Haris Ajak Generasi Muda Lestarikan Tradisi Tengger

Ritual Yadnya Kasada 2026, Bupati Haris Ajak Generasi Muda Lestarikan Tradisi Tengger

SUKAPURA – Ribuan masyarakat Tengger melaksanakan upacara ritual Yadnya Kasada 1948 Saka/2026 Masehi di Pura Luhur Poten Bromo di Desa Ngadisari Kecamatan Sukapura, Senin (1/6/2026) dini hari sekitar pukul 04.00 WIB. Ritual sakral yang menjadi tradisi turun-temurun masyarakat Tengger tersebut berlangsung khidmat dengan dihadiri Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris dan Wakil Bupati Probolinggo Fahmi AHZ.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pemberangkatan umat dari pintu gerbang Cemara Lawang dan Dingklik menuju Pura Luhur Poten. Setibanya di lokasi, prosesi dilanjutkan dengan mekakat pembuka, pembacaan sejarah Kasada, Puja Stuti Dukun Pandita se-Kawasan Tengger, Mulunen hingga mekakat penutup atau wayon.

Dalam pelaksanaan Yadnya Kasada tahun ini juga dilakukan pengukuhan tiga Dukun Pandita yang berasal dari Desa Ngadisari Kecamatan Sukapura dan Desa Pandansari Kecamatan Sumber Kabupaten Probolinggo serta Desa Sedaeng Kecamatan Tosari Kabupaten Pasuruan. Ketiganya sebelumnya telah melalui serangkaian ujian dan tahapan adat sebagai syarat menjadi pemimpin spiritual umat Hindu Tengger.

Setelah prosesi pengukuhan, para Dukun Pandita memberikan pelayanan kepada umat yang akan melaksanakan ritual labuh sesaji ke Kawah Gunung Bromo. Prosesi tersebut menjadi puncak Yadnya Kasada sebagai bentuk persembahan hasil bumi, ternak dan berbagai sesaji kepada Sang Hyang Widhi sebagai ungkapan rasa syukur atas berkah yang diberikan.

Dukun Pandita saat memimpin ritual Yadnya Kasada di Pura Luhur Poten Bromo. (Foto : Kominfo/Maman)

Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris mengatakan Yadnya Kasada merupakan warisan budaya dan spiritual yang memiliki nilai luhur serta harus terus dijaga keberlangsungannya oleh seluruh masyarakat.

“Tradisi semacam ini harus dilestarikan dan dipertahankan. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sangat penting sebagai warisan budaya, sekaligus harus ditransformasikan kepada generasi penerus agar tetap hidup dan berkembang di masa yang akan datang,” katanya.

Sementara Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Probolinggo Bambang Suprapto menyampaikan pengukuhan Dukun Pandita merupakan salah satu rangkaian penting dalam pelaksanaan Yadnya Kasada.

“Rangkaian Yadnya Kasada diawali dengan berbagai tahapan ritual, termasuk ujian calon Dukun Pandita kawasan Tengger. Setelah dinyatakan memenuhi syarat, mereka kemudian dikukuhkan untuk menjalankan tugas pelayanan keagamaan kepada umat,” ujarnya.

Menurut Bambang, keberadaan Dukun Pandita memiliki peran strategis dalam menjaga tradisi, adat istiadat dan nilai-nilai spiritual masyarakat Tengger. Mereka bertugas memimpin berbagai ritual keagamaan sekaligus menjadi pengayom umat dalam kehidupan sehari-hari.

Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris dan Wakil Bupati Probolinggo Fahmi AHZ berbaur bersama masyarakat Tengger dalam ritual Yadnya Kasada 2026. (Foto : Kominfo/Maman)

“Harapannya, melalui Yadnya Kasada dan pengukuhan Dukun Pandita ini, keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama serta manusia dengan alam dapat terus terjaga. Dengan demikian kehidupan yang damai, sejahtera dan selaras akan senantiasa terwujud di tengah masyarakat,” tambahnya.

Tradisi Yadnya Kasada menjadi salah satu agenda budaya dan keagamaan terbesar masyarakat Tengger yang setiap tahunnya menarik perhatian masyarakat luas. Selain sarat makna spiritual, ritual ini juga menjadi simbol pelestarian budaya leluhur yang terus dijaga keberlangsungannya hingga kini. ***

Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info