Friday, December 3, 2021
Depan > Kesehatan > Rapid Swab Antigen Berbeda dengan Swab PCR

Rapid Swab Antigen Berbeda dengan Swab PCR

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Syarat perjalanan menggunakan pesawat saat ini mulai memberlakukan pemeriksaan rapid swab antigen. Perlu masyarakat pahami bahwa rapid swab antigen berbeda dengan swab PCR.

“Sama-sama cara pengambilan spesimen dengan metode swab, tetapi yang diperiksa berbeda. Sama-sama spesifik memeriksa virus Sars CoV 2, tetapi pada swab PCR yang diperiksa adalah RNA virus. Sedangkan pada rapid swab antigen yang diperiksa adalah protein virus,” kata Juru Bicara Ketua Pelaksana Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo dr. Dewi Vironica.

Menurut Dewi, sensitivitas rapid swab antigen tergantung pada viral load (jumlah virus), dimana diketahui bahwa banyak sedikitnya jumlah virus tergantung pada kapan waktu pemeriksaan dilakukan.

“Pada orang yang terinfeksi, posisi viral load tertinggi adalah pada saat awal infeksi yaitu pada minggu pertama gejala dan saat ini adalah waktu yang tepat untuk diperiksa rapid swab antigen,” jelasnya.

Dewi menerangkan viral load turun saat 1-2 minggu bergejala, dimana 1-2 minggu tersebut masih termasuk fase akut dan masih dapat menularkan.

“Jadi, jika hasil rapid swab negatif, masih memungkinkan menularkan kepada orang lain, sehingga harus dikonfirmasi lagi dengan hasil swab PCR terutama jika orang tersebut daerahnya termasuk zona merah, bergejala atau kontak erat,” terangnya.

Lebih lanjut Dewi menegaskan rapid swab antigen hanya digunakan sebagai skrining dan sensitifitasnya masih lebih rendah dari PCR. Sehingga tidak dapat digunakan sebagai dasar diagnosa.

“Untuk pelaku perjalanan, bila hasil rapid swab antigen positif maka segera isolasi, periksa ke dokter dan tunda perjalanan. Bila hasil rapid swab negatif, bila tanpa gejala/gejala seringan apapun/kontak erat dalam 14 hari terakhir, maka tunda perjalanan. Bila tanpa gejala, tetap disiplin prokes dan jaga imunitas,” tegasnya.

Sekali lagi jelas Dewi, pemeriksaan rapid swab antigen bukan jaminan selama perjalanan kita tidak akan terinfeksi. Dengan sensitifitas yang lebih rendah daripada swab PCR, masih tinggi kemungkinan negatif palsu (seharusnya positif tapi terdeteksi negatif).

“Sebaiknya tahan keinginan untuk bepergian atau merayakan kebahagiaan yang sesaat. Bila terpaksa harus bepergian, hasil rapid swab antigen NEGATIF bukan berarti kita aman,” tegasnya.

Dewi meminta masyarakat agar tetap patuhi protokol kesehatan ketat selama kita keluar rumah dan bertemu orang banyak, jangan kendor. “Jangan korbankan hidup anda dan keluarga hanya demi kesenangan sesaat. Be healthy, be smart,” pungkasnya. (wan)