Sunday, September 26, 2021
Depan > Kemasyarakatan > Rakornas Zakat 2020 Fokus Dalam Penanganan COVID-19

Rakornas Zakat 2020 Fokus Dalam Penanganan COVID-19

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Meskipun masih berada dalam suasana pandemi Corona Virus Disease (COVID-19), Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Probolinggo tetap bisa mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Zakat 2020 secara online menggunakan aplikasi Zoom, Rabu dan Kamis (10-11/6/2020).

Rakornas dengan tema “Koordinasi Percepatan Penanganan COVID-19” ini diikuti oleh seluruh Komisioner Baznas Kabupaten Probolinggo. Rakornas yang dibuka oleh Ketua Baznas Bambang Sudibyo juga diikuti oleh beberapa pimpinan badan nasional. Diantaranya Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo, Dirjen Bimas Islam Kemenag RI Kamaruddin Amindan dan Dirjen Penanganan Fakir Miskin Kemensos RI Asep Sasa Purnama.

Ketua Baznas Kabupaten Probolinggo H. Ahmad Muzammil menyampaikan Rakornas Zakat 2020 secara online ini dilaksanakan karena sesuai dengan protokol kesehatan tidak memungkinkan untuk terjadinya pertemuan langsung.

“Karena ini memang merupakan aturan pemerintah untuk menanggulangi penyebaran COVID-19, maka kita mendukung adanya Rakornas online yang diikuti ratusan pengurus provinsi, kabupaten dan kota di Indonesia. Intinya, apapun kondisinya progran kerja yang sudah direncanakan tetap bisa dijalankan dengan berbagai penyesuaian terhadap kondisi yang ada,” katanya.

Menurut Muzammil, secara umum dari kesimpulan yang dapat diambil dari hasil Rakornas Zakat tersebut, Baznas Kabupaten Probolinggo sudah bergerak cepat dalam menangani para kaum dhuafa fakir yang terdampak COVID-19.

“Seperti program penyaluran sembako bagi kaum dhuafa fakir yang terdampak COVID-19. Selama periode April dan Mei, setidaknya kami sudah membagikan sembako kepada 10.000 lebih mustahiq. Dimana dana yang digelontorkan sekitar Rp 1 milyar,” jelasnya.

Muzammil menerangkan, rakornas juga mengamanahkan agar Baznas wajib untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama yang berkaitan dengan dampak COVID-19. “Ini kami salurkan pada bulan April dan Mei 2020,” terangnya.

Lebih lanjut Muzammil menerangkan bahwa hasil pengumpulan zakat fitrah dan zakat mal selama bulan Ramadhan untuk bulan April sebesar Rp 264 juta dan Mei sebesar Rp 544 juta. “Kewajiban untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sudah dilaksanakan oleh Baznas Kabupaten Probolinggo,” tegasnya.

Muzammil menambahkan strategi penyaluran ZIS (Zakat, Infaq dan Shodakoh) dalam rangka percepatan penanganan dampak COVID-19 pasca Rakornas Zakat akan memberikan suatu program untuk mengedukasi masyarakat dalam rangka mempercepat penanganan dampak COVID-19. Lokasinya ini tergantung dari wilayah yang ada di Kabupaten Probolinggo.

“Apa yang dibutuhkan oleh masyarakat, misalnya ada yang kelaparan kami siapkan sembako. Besaran bantuannya nanti akan dilihat terdampaknya seperti apa. Kalau memang butuh agak tinggi kita lakukan juga sekiranya bisa dimanfaatkan selama sebulan. Semua ini dilakukan untuk menjaga-jaga takutnya ada kelaparan,” tambahnya.

Dengan demikian tegas Muzammil, pemenuhan kebutuhan dasar itu memang sangat diprioritaskan. Ini juga disimpulkan semua Baznas wajib melakukan pendekataan dengan mendatangi mustahiq dan bukan mengumpulkannya dalam satu tempat karena masih dalam pandemi COVID-19.

“Alhamdulillah, hasil keputusan dalam Rakornas Zakat 2020 ini sebagian sudah kita lakukan dalam membantu kaum dhuafa fakir yang terdampak COVID-19. Cuma ke depan ada program untuk mengedukasi masyarakat khawatir nanti dalam perjalanan ada yang terdampak COVID-19,” pungkasnya. (wan)