Wednesday, June 16, 2021
Depan > Kemasyarakatan > Pupuk Bersubsidi Untuk Petani Pemilik Lahan Maksimal 2 Hektar

Pupuk Bersubsidi Untuk Petani Pemilik Lahan Maksimal 2 Hektar

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Saat ini masyarakat petani banyak mengeluh tentang adanya kelangkaan pupuk bersubsidi. Padahal sebenarnya pupuk bersubsidi itu tidak langka, namun banyak yang berebut pupuk bersubsidi yang diberikan oleh pemerintah kepada para petani.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Drs. H. Hasan Aminuddin, M.Si saat menyerahkan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) kepada petani yang ada di Desa Kebonagung Kecamatan Kraksaan, Minggu (11/10/2020).

“Siapakah yang berhak mendapatkan pupuk bersubsidi? Pupuk bersubsidi ini diberikan kepada warga masyarakat yang memiliki lahan maksimal 2 hektar. Sehingga hari ini yang berteriak langka itu bagian dari manusia yang memiliki sawah lebih dari 2 hektar dan akan mencopet hak rakyat yang memiliki lahan maksimal 2 hektar,” katanya.

Sebagai Pimpinan Komisi IV DPR RI yang bermitra dengan Kementerian Pertanian (Kementan) RI, Hasan meminta agar jangan mempersulit rakyat miskin yang akan memperoleh haknya berupa pupuk subsidi.

“Terkait dengan adanya isu petani harus membeli pupuk bersubsidi dalam satu paket, saya tegaskan tidak ada ketentuan dari Kementan. Itu hanya ulah para pemain saja, oknum distributor dan agen yang sering mempermainkan hak-hak rakyat,” tegasnya.

Selain itu jelas Hasan, tidak ada ketentuan pupuk bersubsidi harus dibeli dengan memakai Kartu Tani. Karena kartu Tani oleh perbankan itu belum mampu disediakan secara merata orang yang berhak dan alatnya belum siap.

“Sepanjang belum ada persiapan dari alat untuk menggesek Kartu Tani dan pembuatan Kartu Tani secara benar, maka tidak ada kewajiban petani miskin itu untuk mempergunakan Kartu Tani untuk mendapatkan pupuk bersubsidi,” pungkasnya. (wan)

cww trust seal