Monday, December 6, 2021
Depan > Pendidikan > Pungkasi Diklat Calon Pengawas Sekolah, Calon Pengawas Tampilkan Gelar Karya Inovasi

Pungkasi Diklat Calon Pengawas Sekolah, Calon Pengawas Tampilkan Gelar Karya Inovasi

Reporter : Syamsul Akbar
PROBOLINGGO – Pelaksanaan pendidikan dan pelatihan (diklat) calon pengawas sekolah yang digelar oleh Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo resmi berakhir pada Sabtu (20/11/2021) di Hotel Bromo View Probolinggo.

Kegiatan yang digelar bekerja sama dengan Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Kewarganegaraan dan Ilmu Pengetahuan Sosial (PPPPTK PKN dan IPS) dan Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah (LPPKSPS) ini dimeriahkan dengan Gelar Karya Inovasi oleh para pengawas.

Diklat calon pengawas sekolah ini diikuti oleh 33 orang peserta. Mereka sudah mengikuti pelatihan selama 171 jam pelajaran dengan narasumber dari Dispendik Kabupaten Probolinggo, PPPPTK PKN dan IPS serta pengajar tunggal di kelas. Penilaian mencakup 3 aspek meliputi sikap, praktek pelaksanaan tugas pada saat kegiatan presentasi dan gelar karya inovasi dari para pengawas.

Penutupan diklat calon pengawas sekolah ini dihadiri oleh Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo Fathur Rozi, Ketua PPPPTK PKN dan IPS Subandi, perwakilan dari LPPKSPS, pengajar serta para mentor.

Kegiatan ini diawali dengan peninjauan hasil gelar karya inovasi para calon pengawas sekolah oleh Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo Fathur Rozi dan Ketua PPPPTK PKN dan IPS Subandi bersama LPPKSPS, pengajar dan mentor.

Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo Fathur Rozi mengungkapkan diklat calon pengawas sekolah ini merupakan suatu kegiatan yang sangat luar biasa untuk memenuhi kekurangan pengawas yang sangat dibutuhkan oleh satuan lembaga pendidikan di Kabupaten Probolinggo.

“Para calon pengawas sekolah ini sudah melewati beberapa tahapan mulai dari seleksi administrasi, seleksi substansi dan bisa menyelesaikan diklat calon pengawas sekolah degan gelar karya inovasi. Semoga seluruh peserta senantiasa diberikan kesehatan dan lulus. Tapi saya yakin semua lulus karena ini menjadi kebutuhan kita,” ujarnya.

Menurut Rozi, saat ini mutu pendidikan di Kabupaten Probolinggo masih belum menggembirakan. Itu menjadi tanggung jawab bersama termasuk pengawas sebagai garda terdepan untuk menjadikan satuan pendidikan yang bermutu. Selama kegiatan diklat calon pengawas sekolah ini, tentunya sudah memberikan gambaran bagaimana menjadi pengawas yang amanah dan profesional.

“Indek pendidikan Kabupaten Probolinggo sangat memprihatinkan. Suka dan tidak suka data ini harus diterima karena yang mengeluarkan adalah BPS yang menyediakan data statistik. Tidak ada jalan lain selain merapatkan barisan untuk meningkatkan indek pendidikan karena hasil kerja nyata adalah indek pendidikan. Indeks pendidikan indikatornya adalah rata-rata lama sekolah dan harapan lama sekolah,” jelasnya.

Rozi menerangkan pembangunan sumber daya manusia tidak bisa langsung kelihatan. Berbeda dengan pembangunan infrastruktur yang bisa kelihatan hasilnya. Untuk mengukur keberhasilan pembangunan sumber daya manusia setidaknya dibutuhkan waktu 3 tahun. Semua harus bersama-sama untuk meningkatkan mutu pendidikan. Indikator pembangunan pendidikan sendiri terdiri dari akses dan mutu.

“Bagaimana satuan pendidikannya akan bermutu jika pengawasnya tidak bermutu. Jujur sekali saya menaruh harapan besar lulus semua. Mari bersama-sama memajukan pendidikan di Kabupaten Probolinggo,” tegasnya.

Sementara Ketua PPPPTK PKN dan IPS Subandi menyampaikan secara umum indek prestasi pendidikan di Jawa Timur tertinggi di Indonesia. Artinya, sektor pendidikan di Jawa Timur menjadi yang terbaik dari daerah-daerah lain di Indonesia. Tentu harapan besarnya bagaimana kehadiran pengawas ini bisa semakin meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan, khususnya di Kabupaten Probolinggo.

“Mari saling mengawasi para kepala sekolah dan guru. Sebab masih banyak sekolah yang menjual makanan-makanan yang berbahaya. Oleh karena itu, pengawas harus bersama-sama berbuat dalam rangka membentuk pelajar Pancasila yang memiliki sikap religius, nasionalis, mandiri, gotong royong dan integritas. Pentingnya kolaborasi disini dan tidak ada kata lain selain kolaborasi,” katanya.

Subandi juga menyinggung tentang Program Merdeka Belajar. Dimana PPPPTK PKN dan IPS menjadi mitra untuk sekolah penggerak dan guru penggerak. Seorang pengawas wajib untuk mengetahui program Merdeka Belajar ini.

“Semua ini dilakukan karena kita bersama-sama berkomitmen untuk memajukan pendidikan nasional. Dimana visi tahun 2045 Indonesia Emas berbekal Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan menguasai pengetahuan serta teknologi,” jelasnya.

Lebih lanjut Subandi meminta agar pengawas sekolah ini bisa memaksimalkan ilmu yang didapatkan dan bagaimana mengimplementasikan kepada lembaganya masing-masing. “Seorang pengawas harus berpikir global tetapi bertindak lokal. Ini semua demi anak cucu kita di tahun 2045 mendatang. Sekali lagi selamat, semoga apa yang sudah didapatkan selama ini mampu diimplementasikan dengan baik di lingkungannya,” pungkasnya. (wan)