Depan > Kemasyarakatan > Puluhan Anggota GOW Ikuti Sosialisasi Harmonisasi Keluarga

Puluhan Anggota GOW Ikuti Sosialisasi Harmonisasi Keluarga

Reporter : Mujiono
PROBOLINGGO – Untuk meningkatkan keharmonisan keluarga, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Probolinggo memberikan sosialisasi harmonisasi keluarga dimasa pandemi Covid-19 bagi pengurus dan anggota Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Probolinggo, Jum’at (26/11/2021) di Pendopo Prasaja Ngesti Wibawa Kabupaten Probolinggo.

Sosialisasi yang diperuntukkan para pengurus serta anggota GOW se-Kabupaten Probolinggo ini dibuka secara resmi oleh Ketua DWP Kabupaten Probolinggo Hj. Sudjilawati Soeparwiyono. Selanjutnya, para peserta yang hadir diberikan pengetahuan tentang harmonisasi keluarga oleh narasumber Anita Supristiwaningsih yang aktifitasnya sebagai Kepala TK Islam Terpadu Permata Kraksaan.

Kegiatan sosialisasi yang terselenggara atas dasar program kerja bidang pendidikan dan IPTEK GOW Kabupaten Probolinggo ini diikuti sebanyak 50 orang peserta dari semua organisasi dan 25 orang peserta dari pengurus GOW Kabupaten Probolinggo.

Ketua DWP Kabupaten Probolinggo Hj. Sudjilawati Soeparwiyono mengatakan peranan seorang istri membantu karir seorang suami, penyejuk dalam kondisi apapun dan menentukan kesuksesan seorang suami. “Sebagai organisasi wanita di Kabupaten Probolinggo, tentunya dalam berumah tangga yang baik bukan hanya berimbas bagi diri sendiri, akan tetapi juga berimbas kepada masyarakat,” katanya.

Dalam sebuah amanah jelas istri Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo ini, organisasi wanita ini kedepannya turut mendukung dan membangun agar semua mampu menciptakan keluarga yang harmonis.

“Selain itu, seorang istri membantu memberikan solusi terhadap masalah-masalah kantor yang dialami seorang suami. Dengan sumbangsih solusi seorang istri kepada seorang suami untuk memecahkan jalan keluarnya dengan baik,” jelasnya.

Sudjilawati mengharapkan semoga dengan terselenggaranya kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat dan membawa dampak positif terhadap kondisi keluarga. “Pengetahuan yang didapat dari narasumber sebagai bekal bagi keluarga, sehingga nantinya dapat menciptakan keharmonisan serta kesejahteraan keluarga dalam mengatasi permasalahan keluarga,” pungkasnya. (y0n)