TONGAS – Produk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Kabupaten Probolinggo mulai didorong untuk menembus pasar ritel modern. Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan kurasi produk unggulan UMKM bersama Indomaret di Le Olena Pusat Oleh-Oleh Dekranasda Kabupaten Probolinggo Rest Area Tongas, Selasa (15/9/2026).
Sekitar 30 pelaku UMKM mengikuti kegiatan yang diinisiasi Pengelola Le Olena Nurul Khotimah. Kurasi ini menjadi bagian dari upaya membuka peluang pemasaran produk lokal melalui jaringan ritel modern sekaligus mendorong pelaku usaha meningkatkan standar produknya.
Le Olena tidak hanya diarahkan sebagai pusat oleh-oleh, tetapi juga menjadi ruang bagi pelaku UMKM Kabupaten Probolinggo untuk memperkenalkan, memasarkan dan mengembangkan produk unggulan mereka.
Melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo dan PT Indomarco Prismatama (Indomaret), produk lokal didorong agar lebih siap menghadapi persyaratan pasar yang lebih luas.
Supervisor Space Lease Indomaret Feri Prima Rianto S memberikan pemahaman kepada pelaku UMKM mengenai berbagai aspek yang perlu dipersiapkan agar produk dapat memenuhi standar ritel modern.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo Sugeng Wiyanto melalui Analis Perdagangan Ahli Muda Widha Rachmawati mengatakan kurasi menjadi tahapan penting untuk membantu pelaku UMKM mengevaluasi sekaligus meningkatkan kualitas produknya.
“Kurasi bukan sekadar proses seleksi produk, tetapi menjadi momentum bagi pelaku UMKM untuk melakukan evaluasi dan meningkatkan standar produknya. Harapannya, produk-produk UMKM Kabupaten Probolinggo semakin siap bersaing dan mampu menembus pasar ritel modern,” ujarnya.

Dalam proses kurasi, sejumlah aspek menjadi perhatian. Di antaranya legalitas usaha, mutu produk, kemasan, harga, kapasitas produksi dan kemampuan menjaga kontinuitas pasokan.
Pelaku UMKM juga perlu memastikan kelengkapan produk seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), perizinan atau izin edar sesuai ketentuan, sertifikat halal, komposisi, berat bersih, kode produksi dan tanggal kedaluwarsa.
Kemasan juga menjadi bagian penting. Produk harus dikemas secara aman, higienis dan menarik agar mampu memenuhi standar sekaligus memiliki daya saing ketika masuk ke pasar ritel modern. “Produk yang masuk ritel modern bukan hanya harus enak, tetapi harus legal, berkualitas, menarik, konsisten dan siap memenuhi kebutuhan pasar,” tegasnya.
Menurutnya, peluang masuk jaringan ritel modern harus dimanfaatkan sebagai momentum bagi UMKM untuk naik kelas. Pelaku usaha tidak cukup hanya mampu lolos kurasi, tetapi juga harus menjaga kualitas dan memastikan ketersediaan produk secara berkelanjutan.
“Pemkab Probolinggo melalui DKUPP berkomitmen memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM, mulai dari pemenuhan legalitas, peningkatan kualitas, penguatan kemasan hingga perluasan jaringan pemasaran,” terangnya.
Akses pasar juga terus didorong melalui berbagai kanal, seperti ritel modern, pusat oleh-oleh, marketplace, hotel, restoran dan jaringan pemasaran lainnya.
“Mari kita jadikan kurasi hari ini sebagai momentum UMKM Kabupaten Probolinggo untuk naik kelas. Kami ingin produk lokal tidak hanya dikenal di daerah sendiri, tetapi mampu hadir di rak-rak ritel modern dan dikenal masyarakat di berbagai daerah. Semoga kerja sama ini terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi pelaku UMKM serta perekonomian Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya. ***
Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info
