KRAKSAAN – Penampilan Polisi Cilik (Pocil) binaan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Probolinggo dari SDN Wangkal II Kecamatan Gading menjadi salah satu perhatian dalam Upacara Penurunan Bendera Merah Putih dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Alun-alun Kraksaan, Senin (17/8/2026) sore.
Tampil di hadapan Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris, jajaran Forkopimda, pejabat Pemkab Probolinggo, TNI/Polri serta ratusan peserta upacara, Pocil SDN Wangkal II menunjukkan kekompakan, kedisiplinan dan kepercayaan diri dalam setiap gerakan.
Mengenakan seragam khas Polisi Cilik, para siswa tampil kompak sehingga memberikan warna tersendiri dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kabupaten Probolinggo. Penampilan tersebut juga mendapat perhatian dari para peserta yang berada di sekitar Alun-alun Kraksaan.
Kanit Keamanan dan Keselamatan Satlantas Polres Probolinggo Aiptu Ery Kusuma memberikan apresiasi sekaligus dukungan terhadap keberadaan Pocil sebagai salah satu sarana pembentukan karakter anak sejak usia dini.
Sebagai Pembina Pocil Satlantas Polres Probolinggo, Ery menilai program tersebut memiliki peran penting dalam menanamkan sikap disiplin, tanggung jawab dan semangat berprestasi kepada para pelajar.
“Saya sebagai Pembina Pocil Satlantas Polres Probolinggo memberikan apresiasi dan sangat mendukung program Pocil ini. Polisi Cilik dibentuk untuk membangun jiwa disiplin, tanggung jawab dan semangat berprestasi sejak dini,” ujarnya.
Menurut Ery, pembinaan Pocil tidak hanya berkaitan dengan kedisiplinan dan ketertiban berlalu lintas. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi sarana menanamkan berbagai nilai positif yang dapat menjadi bekal anak dalam menjalani pendidikan maupun kehidupan bermasyarakat.

“Melalui pembinaan secara rutin, para peserta dilatih untuk memiliki rasa tanggung jawab, mampu bekerja sama dalam kelompok serta mengikuti aturan. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat membentuk karakter anak yang lebih percaya diri dan memiliki motivasi untuk meraih prestasi,” jelasnya.
Ery mengungkapkan, Satlantas Polres Probolinggo juga berencana menggelar seleksi Pocil tingkat Kabupaten Probolinggo. Seleksi tersebut akan dilaksanakan di Polres Probolinggo dan terbuka bagi sekolah-sekolah yang ingin mengikutsertakan siswanya. “Kita akan mengadakan seleksi Pocil tingkat Kabupaten Probolinggo yang dilaksanakan di Polres Probolinggo. Sekolah-sekolah lain nantinya bisa mengikuti lomba tersebut,” terangnya.
Seleksi tersebut diharapkan menjadi wadah bagi sekolah-sekolah di Kabupaten Probolinggo untuk menunjukkan kemampuan sekaligus memberikan kesempatan kepada lebih banyak pelajar untuk mengikuti pembinaan Pocil.
“Peserta yang berhasil meraih juara pertama dalam seleksi tingkat Kabupaten Probolinggo akan mendapatkan kesempatan untuk mewakili daerah dalam ajang Pocil atau Gebyar Pocil di tingkat Polda Jawa Timur,” tegasnya.
Keberadaan Pocil juga dinilai memberikan dampak positif terhadap perkembangan para peserta. Ery menyebut sejumlah mantan peserta Pocil mampu melanjutkan pendidikan ke berbagai jenjang setelah menyelesaikan pendidikan dasarnya. “Alhamdulillah, peserta Pocil dari kami banyak yang sukses. Ada yang melanjutkan ke jenjang SMP, ada yang bisa melanjutkan ke SMA dan ada juga yang masuk pondok pesantren,” ungkapnya.
Menurutnya, pengalaman yang diperoleh selama mengikuti pembinaan Pocil dapat menjadi modal bagi anak-anak untuk terus mengembangkan kemampuan dan mengejar prestasi sesuai dengan bidang yang diminati. “Keinginan kami agar adik-adik ini tumbuh dan terus mengejar prestasi masing-masing,” tambahnya.
Penampilan Pocil SDN Wangkal II dalam upacara penurunan bendera tersebut sekaligus menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan dapat ditanamkan melalui pembentukan karakter generasi muda. Kedisiplinan, kekompakan, tanggung jawab, nasionalisme dan semangat berprestasi menjadi nilai yang terus dibangun melalui program Polisi Cilik Satlantas Polres Probolinggo. ***
Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info
