DENPASAR – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Probolinggo terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia dalam mendukung pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui pelatihan screening mata yang digelar di ruang pertemuan Yayasan John Fawcett Foundation (JFF) Denpasar – Bali, Selasa hingga Jum’at (6-9/10/2026).
Pelatihan tersebut diikuti pengurus PMI Provinsi Jawa Timur, pengurus PMI Kabupaten Probolinggo, Kepala Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Probolinggo, staf Markas PMI Kabupaten Probolinggo serta relawan Markas PMI Kabupaten Probolinggo.
Selama mengikuti pelatihan, peserta mendapatkan pembekalan berupa materi sekaligus praktik mengenai pelaksanaan screening atau pemeriksaan awal kesehatan mata. Pembelajaran tidak hanya mencakup pemahaman mengenai prosedur pemeriksaan, tetapi juga penggunaan alat serta tahapan yang perlu dilakukan ketika memberikan pelayanan screening kepada masyarakat.

Sekretaris PMI Kabupaten Probolinggo Dewi Korina mengatakan pelatihan tersebut menjadi bagian penting dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan personel PMI dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan kesehatan mata.
“Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi dan praktik terkait pelaksanaan screening mata, termasuk pemahaman mengenai prosedur pemeriksaan, penggunaan alat serta langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam memberikan pelayanan screening kepada masyarakat,” katanya.
Menurut Dewi, kemampuan melakukan screening mata menjadi bekal yang penting bagi peserta karena pemeriksaan awal dapat membantu mengetahui adanya gangguan penglihatan secara lebih dini. Dengan pengetahuan dan keterampilan yang memadai, peserta diharapkan mampu menerapkan hasil pelatihan ketika mendukung kegiatan pelayanan kesehatan PMI.

“Pelatihan ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk memahami secara langsung tahapan screening mata melalui materi dan praktik. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan peserta sehingga tidak hanya memahami konsep pemeriksaan, tetapi juga memiliki keterampilan dalam pelaksanaannya,” jelasnya.
Dewi menjelaskan, peningkatan kapasitas melalui pelatihan tersebut diharapkan dapat memberikan dampak terhadap kualitas pelayanan PMI kepada masyarakat. “Pengetahuan yang diperoleh selama kegiatan nantinya dapat diterapkan dalam mendukung berbagai program pelayanan kesehatan PMI sesuai kebutuhan di wilayah kerja masing-masing,” lanjutnya.
Lebih lanjut Dewi menerangkan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kemampuan peserta dalam melakukan screening atau pemeriksaan awal kesehatan mata, sehingga dapat membantu mendeteksi gangguan penglihatan secara dini serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Selain meningkatkan kemampuan teknis, pelatihan ini diharapkan dapat memperkuat peran personel dan relawan PMI dalam mendukung upaya peningkatan kesadaran masyarakat mengenai kesehatan mata,” terangnya.
Dewi berharap seluruh peserta dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan dalam kegiatan pelayanan kesehatan PMI. Penerapan hasil pelatihan tersebut diharapkan tidak berhenti pada peningkatan kemampuan individu, tetapi juga dapat mendukung pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.
“Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh peserta dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dalam mendukung program pelayanan kesehatan PMI, khususnya dalam kegiatan screening mata serta mampu berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran dan kesehatan mata masyarakat di wilayah kerja masing-masing,” pungkasnya. ***
Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info
