Tuesday, May 21, 2024
Depan > Kemasyarakatan > Plt Bupati Timbul Ikuti Rakor Virtual Ekspose Exercise Penanganan Kemiskinan Ekstrem

Plt Bupati Timbul Ikuti Rakor Virtual Ekspose Exercise Penanganan Kemiskinan Ekstrem

Reporter : Syamsul Akbar
PROBOLINGGO – Plt Bupati Probolinggo Drs. H. A. Timbul Prihanjoko mengikuti rapat koordinasi (rakor) virtual bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI Tito Karnavian tentang ekspose exercise penanganan kemiskinan ekstrem pada daerah yang telah menjadi prioritas tahun 2021 di ruang pertemuan Rumah Dinas Wakil Bupati Probolinggo, Rabu (3/11/2021).

Turut mendampingi dalam kesempatan tersebut bergabung Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo H Soeparwiyono, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ahmad Hasyim Ashari dan sejumlah Kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo.

Dalam kesempatan tersebut Mendagri RI Tito Karnavian menegaskan bahwa rakor tersebut dilakukan untuk menindaklanjuti arahan Wakil Presiden bahwa pada tahun 2021 ini, pemerintah menargetkan penurunan angka kemiskinan ekstrem sebanyak 2 juta jiwa pada 7 (tujuh) provinsi prioritas. Yakni, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua dan Papua Barat. Dari masing-masing provinsi, dipilih 5 (lima) kabupaten yang menjadi kantong-kantong kemiskinan ekstrem sehingga totalnya 35 kabupaten.

“Sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (sustainable development goals/SDGs) yang merupakan komitmen global untuk menghapuskan kemiskinan ekstrem pada tahun 2030, diperlukan sinergi dan kolaborasi semua pihak dalam mendukung target pemerintah tersebut,” jelas Mendagri Tito.

Sementara Plt Bupati Probolinggo Drs. HA. Timbul Prihanjoko mengajak para Kepala OPD di lingkungan Pemkab Probolinggo untuk segera melakukan action dalam pengentasan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Probolinggo dengan mengefektifkan program bantuan perlindungan sosial dan subsidi serta program pemberdayaan untuk meningkatkan produktivitas kelompok miskin ekstrim.

“Tantangan sebenarnya adalah bagaimana membuat program pemerintah ini agar tepat sasaran. Untuk itulah perbaikan data harus terus dilakukan. Kita dapat menggunakan data rumah tangga miskin ekstrem yang lebih mutakhir dan akurat dengan mengidentifikasi dan menentukan lokus prioritas penduduk miskin ekstrem di Kabupaten Probolinggo,” katanya. (wan)