Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Plt Bupati Probolinggo Drs. HA. Timbul Prihanjoko mengikuti rapat koordinasi (rakor) evaluasi PPKM Jawa-Bali secara virtual yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan di Guest House Kraksaan, Minggu (6/2/2022) sore.
Turut mendampingi Plt Bupati Timbul, Wakapolres Probolinggo Kompol Nur Halim, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Heri Sulistyanto, Kepala Dinas Kesehatan dr. Shodiq Tjahjono dan Kepala Pelaksana BPBD Rachmad Waluyo.
Dalam kesempatan tersebut Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meminta Gubernur, Walikota dan Bupati untuk mengkonversi tempat tidur rumah sakit menjadi tempat tidur Covid-19 ke tingkat yang sama dengan puncak Delta dan melakukan audit terhadap pasien rumah sakit. Pasien tanpa gejala atau gejala ringan diminta untuk melakukan isolasi mandiri atau pindah ke isolasi terpusat.
“Saya meminta Gubernur, Walikota dan Bupati untuk memperbanyak tempat isolasi terpusat untuk menampung pasien tanpa gejala atau gejala ringan yang rumahnya tidak memadai untuk melakukan isolasi mandiri atau memiliki komorbid,” katanya.
Menko Marves meminta Bupati, Walikota dan Bupati bersama TNI dan Polri menegakkan aturan PPKM yang ada dalam Inmendagri. “Selama 1 bulan ke depan, pergerakan untuk lansia dan orang yang memiliki komorbid akan dibatasi dan terdapat larangan orang-orang yang belum divaksin (bukan karena alas an medis) untuk beraktifitas di publik,” tegasnya.
Usai mengikuti rakor tersebut Plt Bupati Probolinggo Drs. HA. Timbul Prihanjoko menyampaikan seiring dengan semakin meningkatnya kasus Covid-19 dari varian Omicron, pihaknya jauh-jauh hari sebelumnya sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk menyiapkan segala sesuatunya dan mungkin dalam waktu dekat akan dicek kembali.
“Insya Allah untuk penanganan kasus Covid-19 varian Omicron ini saya selalu berkomunikasi dengan Kepala Dinas Kesehatan untuk mempersiapkan semuanya dengan sebaik mungkin,” ungkapnya.
Plt Bupati Timbul juga mengingatkan kembali masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan. Pasalnya masyarakat sudah mulai kendor seiring sempat menurunnya kasus Covid-19.
“Saya memohon kepada tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk bersama-sama menghimbau masyarakat untuk tetap selalu memakai masker, mencuci tangan dan mejaga jarak. Omicron memang tidak terlalu berbahaya, tetapi penularannya sangat cepat. Namun demikian, kita tetap harus waspada,” terangnya.
Menurut Plt Bupati Timbul, Pemerintah Kabupaten Probolinggo sudah menyiapkan beberapa tempat untuk dijadikan sebagai isolasi terpusat (isoter). Kalaupun nanti tempat-tempat isoter tersebut penuh, pihaknya akan menyewa tempat-tempat yang lain.
“Harapan saya tidak ada isolasi mandiri. Sebab saya khawatir kalau isolasi mandiri itu masyarakat belum bisa disiplin. Jadi tetap harus isolasi terpusat. Ayo bersama-sama menjaga Kabupaten Probolinggo ini supaya kasus Covid-19 bisa ditekan dan tidak ada lonjakan kasus,” pungkasnya. (wan)
