Sunday, May 19, 2024
Depan > Pemerintahan > Plh Sekda Hasyim Pimpin Grand Launching Perumdam Tirta Argapura

Plh Sekda Hasyim Pimpin Grand Launching Perumdam Tirta Argapura

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ahmad Hasyim Ashari didampingi Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo Andi Suryanto Wibowo dan Direktur PDAM Kabupaten Probolinggo Gandhi Hartoyo memimpin grand launching perubahan PDAM ke Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Argapura Kabupaten Probolinggo, Rabu (11/1/2023).

Grand launching Perumdam Tirta Argapura Kabupaten Probolinggo yang ditandai dengan penekanan tombol sirine ini dilakukan di Auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo.

Turut menyaksikan grand launching Perumdam Tirta Argapura ini Ketua Komisi A, B, C, D dan anggota Komisi B DPRD Kabupaten Probolinggo, para Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo, Dewan Pengawas PDAM Kabupaten Probolinggo, Ketua DPD Perpamsi Jawa Timur, Direktur PDAM Kota Probolinggo, Kota dan Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Situbondo, Bank Jatim Cabang Kraksaan, GM Radar Bromo, Pimpinan PT PLN UP Kraksaan serta para tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Plh Sekretris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ahmad Hasyim Ashari mengatakan PDAM ini sebetulnya sudah maksmial untuk mencapi kinerja. Hanya karena keterbatasan infrastruktur sehingga tidak bisa ditingkatkan.

“Makanya dengan adanya perubahan status dari perusda ke Perumdam ini memberikan ruang yang lebih luas kepada PDAM untuk menambah modal agar supaya masalah-masalah dan infrastruktur yang belum maksmial bisa lebih dimaksimalkan lagi,” katanya.

Menurut Plh Sekda Hasyim, ke depan banyak program dari PDAM, salah satunya yang paling didorong adalah mewujudkan keinginan untuk memproduksi air kemasan. “Kami berharap dengan adanya perubahan status dri perusda ke perumdam ini, PDAM tidak hanya menyediakan air bersih untuk rumah tangga tapi air minum untuk masyarakat Kabupaten Probolinggo,” harapnya.

Sementara Direktur PDAM Kabupaten Probolinggo Gandhi Hartoyo mengungkapkan grand launching ini merupakan bagian yang tercatat dalam sejarah PDAM berubah menjadi Perumdam Tirta Argapura Kabupaten Probolinggo. “Hal ini tidak mudah dalam menjalankan amanah Undang-undang (UU). Sebab seharusnya hal ini sudah dilakukan tahun 2017, tetapi baru terlaksana di tahun 2023,” ujarnya.

Sejak awal masuk ke PDAM Gandhi mengaku mendapatkan dukungan yang luar biasa dari internal PDAM untuk bersama-sama melakukan perubahan, walaupun hal itu tidaklah muda. Sehingga saat ini, PDAM sudah bisa berubah lebih baik baik, walaupun pelayanan masih belum prima.

“Kami masih belum bisa berbangga diri walaupun ada prestasi yang sudah diraih. Kendalanya, PDAM yang sudah berumur 28 tahun dan perpipaan yang umurnya lebih 28 hingga 30 tahun,” jelasnya.

Menurut Gandhi, di wilayah Leces hingga Dringu banyak perpipaan yang dibuat dari asbes dan PVC. Sehingga dengan muatan diatasnya tentunya sangat berpengaruh. Bahkan ada perpipaan dari besi sehingga lambat laun seiring berjalannya waktu akan merembes dan tidak mampu lagi menahan air.

“Kita kesulitan mengeksplore produksi secara maksimal. Di Kraksaan saja kita hanya bisa mengeksplorasi 90 liter per detik. Padahal konsumen sudah banyak menunggu. Kalau dipaksa perpipaan tidak akan muat. Sekarang ini 90 persen perpipaan ada di bawah jalan raya, ketika ada kerusakan sulit melakukan perbaikan,” terangnya.

Hal lain jelas Gandhi, PDAM masih tergantung kepada PLN. Hal ini tentunya berpengaruh kepada pasokan air di daerah atas yang dalam sehari bisa 3 hingga 4 kali padam. “Fenomenanya kalau airnya tidak mengalir dengan baik. Kita akui bahwa pelayanan kita tidak maksimal dan tidak prima. Untuk itu kita perlu dukungan dan tidak bisa berjalan sendirian,” tegasnya.

Gandhi menambahkan butuh dorongan dari semua pihak selaku pemilik saham di PDAM sehingga PDAM bisa memberikan sumbangan PAD (Pendapatan Asli Daerah) kepada Pemkab Probolinggo. Ke depan harus ada inovasi tapi kalau tidak ada dukungan dari stakeholder maka tidak ada apa-apanya.

“Inovasi yang terdekat adalah pembuatan air minum dalam kemasan bernama Tirta Argapura. Sekali lagi mohon dukungan agar kami bisa memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya. (wan)