Reporter : Syamsul Akbar
DRINGU – Penjabat (Pj) Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Probolinggo Rita Erik Ugas Irwanto melakukan kunjungan kerja dan pemantauan pelaksanaan Sub Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio di Desa Dringu Kecamatan Dringu, Selasa (16/1/2024).
Turut mendampingi Camat Dringu Heri Mulyadi, Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Dringu Suciati Ningsih Heri Mulyadi, Kepala Puskesmas Dringu drg Reni Meutia, Kepala Desa Dringu Kuryadi dan Ketua Tim Penggerak PKK Desa Dringu Lia Kuryadi.
Selain mengunjungi Posyandu Bandaran Desa Dringu di Balai Desa Dringu dengan total sasaran 34 anak, Pj Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Rita Erik Ugas Irwanto juga memantau pelaksanaan Sub PIN Polio di Posyandu Dusun Langgaran Desa Kalisalam dengan sasaran 20 anak.
Selain melakukan sosialisasi dan penekanan terhadap kegiatan Sub PIN polio, Rita Erik juga menyampaikan tentang pentingnya kebersihan mulai dari lingkungan keluarga dan lingkungan sekitar dengan tidak membuang sampah sembarangan serta bisa memilah dan memilih sampah berdasarkan jenisnya. Diantaranya sampah kering dan sampah basah sehingga bisa dengan mudah untuk didaur ulang
“Saya meminta kepada para kader desa agar bisa membantu mensosialisasikan tentang pentingnya kebersihan lingkungan kepada seluruh masyarakat,” kata Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Rita Erik Ugas Irwanto.
Sementara Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Dringu Suciati Ningsih Heri Mulyadi berharap pemerintah desa dapat lebih berperan dalam mengajak warganya untuk mengikuti kegiatan Sub PIN Polio. “Harapannya dapat memutuskan mata rantai penyebaran polio di Jawa Timur pada umumnya,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Camat Dringu Heri Mulyadi. Menurutnya, Sub Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio ini menjadi taruhan untuk masa depan anak-anak Kabupaten Probolinggo pada khususnya dan Indonesia pada umumnya.
“Jangan sampai virus polio menyerang anak-anak kita dan bahkan menulari anak-anak yang lain sehingga bisa menghancurkan masa depannya. Oleh karena itu, pastikan seluruh anak yang berusia 0 sampai 7 tahun untuk ikut vaksin polio,” ungkapnya.
Kepala Puskesmas Dringu drg. Reni Meutia mengungkapkan bahwa penyakit polio tidak bisa disembuhkan tetapi bisa dicegah melalui imunisasi tetes vaksin polio mulai usia 0 sampai 7 tahun. “Hal ini dilakukan demi masa depan anak yang lebih terjamin dengan tidak terkena penyakit polio yang mengakibatkan kaki menjadi lumpuh,” ungkapnya.
Sedangkan Kepala Desa Dringu Kuryadi dan Ketua Tim Penggerak PKK Desa Dringu Lia Kuryadi menyampaikan ucapan terima kasih kepada keluarga sasaran Sub PIN Polio yang dengan kesadarannya telah membawa putra putrinya untuk mengikuti Sub PIN Polio. “Untuk kedepannya para balita lebih rutin untuk datang ke posyandu,” kata Kepala Desa Dringu Kuryadi. (wan)
