Thursday, October 8, 2026
Depan > Kemasyarakatan > Pertuni Kabupaten Probolinggo Serukan Kesetaraan Hak Disabilitas

Pertuni Kabupaten Probolinggo Serukan Kesetaraan Hak Disabilitas

KRAKSAAN – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) Kabupaten Probolinggo mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai momentum memperkuat kesetaraan hak bagi penyandang disabilitas.

Kemerdekaan dinilai tidak hanya berarti terbebas dari penjajahan, tetapi juga menghadirkan kesempatan yang sama bagi setiap warga negara untuk memperoleh pendidikan, pekerjaan, pelayanan publik dan berpartisipasi dalam pembangunan.

Pesan tersebut disampaikan dalam talkshow interaktif bertajuk “Kemerdekaan yang Sesungguhnya: Sama Hak, Sama Langkah” yang digelar LPPL Radio Bromo FM Kabupaten Probolinggo di studio LPPL Radio FM di Gedung Islamic Center (GIC) Kraksaan, Sabtu (1/8/2026).

Acara yang dipandu host Kia menghadirkan Ketua DPC Pertuni Kabupaten Probolinggo Moh. Ansori dan Humas DPC Pertuni Kabupaten Probolinggo Adam Pratama Putra sebagai narasumber.

Ketua DPC Pertuni Kabupaten Probolinggo Moh. Ansori mengatakan makna kemerdekaan harus diwujudkan melalui hadirnya akses yang setara bagi seluruh masyarakat tanpa memandang kondisi fisik maupun keterbatasan yang dimiliki.

Menurutnya, penyandang disabilitas masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama dalam memperoleh layanan pendidikan yang benar-benar inklusif. Meskipun sekolah inklusi telah berkembang, pelaksanaannya masih perlu diperkuat agar seluruh peserta didik penyandang disabilitas memperoleh layanan yang nyaman, setara dan berkualitas.

“Keberadaan sekolah inklusi merupakan langkah yang sangat baik. Namun implementasinya masih perlu terus diperkuat agar seluruh penyandang disabilitas benar-benar memperoleh hak belajar yang setara, nyaman dan berkualitas,” katanya.

Selain bidang pendidikan, Ansori juga menilai masih adanya stigma terhadap penyandang disabilitas yang perlu dihilangkan. “Harapannya masyarakat semakin terbuka dan memberikan ruang yang sama sehingga penyandang disabilitas dapat menunjukkan kemampuan serta berkontribusi dalam pembangunan daerah,” harapnya.

Ketua DPC Pertuni Kabupaten Probolinggo Moh. Ansori dan Humas DPC Pertuni Kabupaten Probolinggo Adam Pratama Putra saat melakukan podcast di Studio LPPL Radio Bromo FM. (Foto : Kominfo/Bromo FM)

Sementara Humas DPC Pertuni Kabupaten Probolinggo Adam Pratama Putra menegaskan kemerdekaan juga harus dimaknai sebagai kemampuan untuk hidup mandiri, produktif dan berdaya.

“Perkembangan teknologi digital membawa banyak manfaat, tetapi juga menghadirkan tantangan yang harus diwaspadai, termasuk maraknya praktik judi online dan pinjaman online ilegal yang berpotensi merugikan masyarakat,” ungkapnya.

Adam berharap pengembang aplikasi pembaca layar (screen reader) dapat menghadirkan fitur yang mampu membatasi akses terhadap platform judi online maupun pinjaman online ilegal sehingga pengguna, khususnya penyandang tunanetra, memperoleh perlindungan yang lebih baik.

“Kami berharap teknologi yang dikembangkan tidak hanya mempermudah akses informasi, tetapi juga mampu melindungi pengguna dari berbagai konten yang berpotensi merugikan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, kedua narasumber sepakat bahwa keterbatasan bukan menjadi alasan untuk berhenti berkarya. Semangat belajar, keberanian mengembangkan potensi diri dan kemandirian dinilai menjadi modal utama bagi penyandang disabilitas untuk terus berprestasi dan berkontribusi di berbagai bidang.

Melalui talkshow ini, DPC Pertuni Kabupaten Probolinggo berharap peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan menjadi pengingat pentingnya membangun masyarakat yang lebih inklusif dan ramah disabilitas.

Pertuni juga mengajak pemerintah, dunia pendidikan, pelaku usaha serta masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang memberikan kesempatan setara bagi penyandang disabilitas agar dapat berkembang sesuai potensi yang dimiliki.

“Keterbatasan bukan alasan untuk berhenti berkarya. Mari isi kemerdekaan dengan semangat belajar, prestasi dan kepedulian terhadap sesama demi mewujudkan Kabupaten Probolinggo yang semakin inklusif, maju dan berdaya saing,” pungkasnya.

Penulis : Shafira Aulia
Editor : Tim Bromo Info