Thursday, October 8, 2026
Depan > Kemasyarakatan > Peringati Harlah ke-80, Muslimat NU Probolinggo Teguhkan Peran Perempuan Bangun Peradaban

Peringati Harlah ke-80, Muslimat NU Probolinggo Teguhkan Peran Perempuan Bangun Peradaban

SUMBERASIH – Pimpinan Cabang (PC) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Probolinggo memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-80 sekaligus Houl Akbar dengan mengusung tema “Merawat tradisi, menguatkan kemandirian dan meneguhkan peradaban” di halaman MI Hidayatul Islam Desa Sumurmati Kecamatan Sumberasih, Minggu (10/5/2026).

Kegiatan yang diikuti pengurus dan anggota Muslimat NU dari 11 Pimpinan Anak Cabang (PAC) ini dihadiri Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan Agus Mukson, Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Probolinggo Teguh Mahameru, Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Probolinggo Hj. Nurayati bersama pengurus, Camat Sumberasih Agus Setijono serta unsur pemerintah desa dan masyarakat setempat.

Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Probolinggo Hj. Nurayati mengatakan perempuan memiliki peran sentral dalam menjaga nilai tradisi sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi keluarga. Keluarga merupakan fondasi utama pembentukan karakter dan peradaban bangsa.

“Tema ini menegaskan pentingnya merawat tradisi yang sudah hidup di masyarakat, sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi agar organisasi dan keluarga semakin kuat dalam membangun peradaban,” ujarnya.

Nurayati menjelaskan keluarga menjadi fondasi utama dalam membentuk peradaban yang baik. Karena itu, perempuan khususnya seorang ibu memiliki peran penting sebagai pendidik pertama dan utama dalam keluarga.

“Pendidikan pertama dan utama itu ada dalam keluarga dan yang memegang peranan besar adalah seorang ibu. Dari keluarga inilah lahir generasi yang akan menentukan masa depan bangsa,” jelasnya.

Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Probolinggo Hj. Nurayati bersama pengurus dalam harlah Muslimat NU ke-80 di halaman MI Hidayatul Islam Desa Sumurmati Kecamatan Sumberasih. (Foto : Muslimat NU)

Ia juga menyebut perempuan sebagai tiang negara. Apabila perempuan tidak kuat maka kehidupan masyarakat dan negara juga akan rapuh. “Perempuan itu adalah tiangnya negara. Kalau tiangnya tidak kuat maka semuanya bisa ambruk. Karena itu perempuan harus kuat, harus mampu, memiliki penghargaan, pengetahuan dan ilmu untuk memajukan peradaban di masyarakat,” terangnya.

Lebih lanjut Nurayati menekankan perempuan saat ini dituntut untuk aktif berperan di tengah masyarakat guna mendukung terwujudnya daerah yang maju, sejahtera dan penuh keberkahan.

“Perempuan harus berperan aktif dalam masyarakat untuk mewujudkan daerah dan kabupaten yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur. Itu menjadi kunci utama kuatnya peradaban,” tambahnya.

Sementara Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan Agus Mukson menyampaikan apresiasi atas kontribusi besar Muslimat NU dalam membangun peran perempuan di berbagai bidang kehidupan, mulai dari pendidikan, dakwah, sosial hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat. Usia ke-80 menjadi bukti kokohnya perjuangan Muslimat NU sebagai organisasi perempuan yang terus hadir dan berkontribusi nyata di tengah masyarakat.

“Selama 80 tahun berdiri, Muslimat NU telah membuktikan diri sebagai garda terdepan dalam memajukan peran perempuan di berbagai bidang. Peran Muslimat NU tidak hanya terbatas di lingkungan keluarga, tetapi juga menyentuh kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” katanya.

Agus menegaskan perempuan memiliki posisi penting dalam menjaga nilai agama, budaya dan tradisi luhur warisan para ulama. Karena itu, Muslimat NU dinilai berperan besar dalam membentuk generasi yang berakhlak dan beriman. “Di tangan ibu-ibu Muslimat NU, generasi penerus bangsa dibentuk akhlaknya, dibina imannya dan disiapkan untuk memikul tanggung jawab di masa depan,” tegasnya.

Ratusan kader Muslimat NU dari 11 PAC mengikuti peringatan Harlah ke-80 Muslimat NU. (Foto : Muslimat NU)

Ia juga menyampaikan apresiasi Pemerintah Kabupaten Probolinggo terhadap berbagai kegiatan dan pengabdian Muslimat NU yang selama ini hadir hingga pelosok desa. “Kehadiran Muslimat NU di setiap pelosok desa menjadi kekuatan besar dalam menjaga keharmonisan, persatuan dan ketahanan sosial masyarakat. Pemerintah Kabupaten Probolinggo berkomitmen untuk terus bersinergi dan mendukung setiap program kerja Muslimat NU,” lanjutnya.

Lebih lanjut Agus mengajak seluruh jajaran Muslimat NU untuk terus meningkatkan kualitas diri, memperkokoh ukhuwah serta tetap teguh memegang prinsip Ahlussunnah wal Jamaah dengan semangat Islam rahmatan lil ‘alamin. “Di tengah tantangan zaman yang semakin dinamis, peran ibu-ibu sangat dibutuhkan sebagai penjaga nilai moral dan perekat persatuan di tengah masyarakat,” pungkasnya. ***

Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info