Thursday, July 29, 2021
Depan > Kemasyarakatan > UPT BLK Gelar Uji Kompetensi Kejuruan Menjahit dan Basic Office

UPT BLK Gelar Uji Kompetensi Kejuruan Menjahit dan Basic Office

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Untuk mengukur kemampuan para alumni pelatihan berbasis kompetensi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) menggelar sertifikasi/uji kompetensi kejuruan menjahit dan kejuruan computer operator asistan/basic office, Selasa (1/10/2019).

Uji kompetensi yang dilaksanakan di UPT BLK Disnaker Kabupaten Probolinggo ini diikuti sebanyak 16 orang dari kejuruan menjahit dan 16 orang dari kejuruan computer operator asistan/basic office. Kegiatan ini menghadirkan penguji/asesor sertifikasi dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Kota Semarang Provinsi Jawa Tengah.

Kepala Disnaker Kabupaten Probolinggo Hudan Syarifuddin melalui Kepala UPT BLK Ali Imron mengungkapkan sertifikasi atau uji kompetensi ini dilakukan untuk mengukur sejauh mana materi yang sudah diserap selama mengikuti pelatihan berbasis kompetensi. Selain itu, untuk mengetahui kemampuan siswa dari pelatihan berbasis kompetensi yang sudah diikutinya.

“Dengan adanya uji kompetensi, maka siswa akan mendapatkan sertifikat yang bisa digunakan untuk melamar pekerjaan dengan lebih mudah. Perlu diketahui bahwa kami tidak asal menerbitkan sertifikat kalau tidak memiliki kompetensi,” katanya.

Menurut Imron, jika peserta tidak memiliki kompetensi maka pihak asesor tidak akan meluluskannya. Hal ini tentunya akan menjadi bahan koreksi dan evaluasi dari BLK untuk mengetahui penyebabnya. Misalnya karena fasilitas yang ada masih minim atau lain sebagainya.

“Melalui uji kompetensi ini diharapkan masyarakat mengetahui sudah memiliki kompetensi atau tidak. Artinya jika sudah memiliki kompetensi, dia sudah bisa melakukan pekerjaan. Hanya saja mereka tidak boleh terlena dengan kompetensinya, karena ilmu itu tidak akan ada habisnya. Oleh karena itu harus dikembangkan secara terus menerus,” pungkasnya.

Sementara Asesor dari Bagian Mutu LSP BBPLK Kota Semarang Taufan Adjie mengatakan sertifikasi/uji kompetensi ini merupakan program dari Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) RI melalui BBPLK Semarang. Selain memberikan paket pelatihan berbasis kompetensi, dilakukan pula sertifikasi/uji kompetensi bagi alumni yang sudah mengikuti pelatihan.

“Uji kompetensi ini merupakan pengumpulan bukti kemampuan. Dari hasil pengumpulan bukti tersebut kita lihat standar yang ada. Kalau siswa memiliki kompetensi sesuai dengan standar yang ada maka akan diberikan sertifikat kompetensi. Dari sisi sertifikasi kita ambil prosesnya, unit-unitnya dan sarpras yang mendukung. Untuk langkah kesananya ada kemauan apa tidak. Demikian pula dari sisi instruktur masih perlu upgrading instruktur apa tidak,” ungkapnya.

Taufan menerangkan, dari apa yang sudah didapatkan selama pelatihan berupa sertifikat pelatihan bisa dimanfaatkan untuk lingkup BLK Disnaker Kabupaten Probolinggo. Sementara untuk sertifikat kompetensinya bisa digunakan secara nasional.

“Kami berharap agar siswa ini terus berlatih karena ilmu itu tidak berhenti. Apapun hasilnya nantinya mereka bisa memanfaatkan kompetensinya untuk bekerja mandiri maupun industri,” pungkasnya. (wan)

cww trust seal