Sunday, September 26, 2021
Depan > Kemasyarakatan > Peringati Hari Mangrove Sedunia, DLH Tanam 4000 Pohon Mangrove

Peringati Hari Mangrove Sedunia, DLH Tanam 4000 Pohon Mangrove

Reporter : Syamsul Akbar
TONGAS – Dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia tahun 2021, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo bersama kelompok masyarakat pesisir melakukan penanaman 4000 pohon mangrove di Pantai Bahak Desa Curah Dringu Kecamatan Tongas, Kamis (5/8/2021).

Kegiatan yang melibatkan 25 orang dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat ini dipimpin langsung oleh Kepala DLH Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi. Dalam kesempatan tersebut dilakukan penyerahan pohon mangrove secara simbolis kepada masyarakat setempat. Dilanjutkan dengan penanaman mangrove secara simbolis.

Kepala DLH Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi mengatakan penanaman 4000 pohon mangrove ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap upaya pelestarian ekosistem mangrove. “Selain itu untuk memulihkan dan merehabilitasi lahan pesisir melalui kegiatan menanam pohon secara massal oleh masyarakat,” katanya.

Joko, panggilan akrab Dwijoko Nurjayadi menerangkan, penanaman mangrove serentak merupakan upaya pelestarian ekosistem mangrove juga untuk merehabilitasi kembali lahan pesisir.

“Pelestarian ekosistem mangrove akan mendukung ekonomi biru. Ekonomi biru (blue economic) adalah pemanfaatan berkelanjutan sumber daya laut untuk pertumbuhan ekonomi meningkatkan mata pencaharian dan pekerjaan serta kesehatan ekosistem laut. Ekonomi biru mencakup banyak kegiatan mulai dari transportasi laut, perikanan, penggunaan energi terbarukan, pariwisata hingga perubahan iklim,” jelasnya.

Menurut Joko, peringatan Hari Mangrove Sedunia tahun 2021 di Kabupaten Probolinggo berupa gerakan penanaman 4000 pohon mangrove dalam rangka penyelamatan pantai dan sebagai upaya untuk merehabilitasi lahan dan pelestarian ekosistem di wilayah pesisir Kabupaten Probolinggo.

“Kampanye gerakan penanaman mangrove diharapkan dapat mengajak masyarakat terutama generasi muda untuk lebih mencintai lingkungan dengan menanam mangrove,” terangnya.

Joko menjelaskan ekosistem mangrove merupakan yang paling penting di kawasan pesisir. Sekitar 80% hasil ikan tangkap di dunia bergantung pada hutan mangrove baik secara langsung maupun tidak. Akarnya yang rapat dan lingkungan vegetasi di sekitarnya berperan penting untuk menyaring air dari kotoran dan polutan lainnya untuk menghasilkan air bersih.

“Dalam luasan setara dengan hutan tropis, hutan mangrove mampu menyimpan karbon 3-5 kali lebih banyak. Hutan mangrove seluas satu hektar mampu menyerap 1000 ton karbon per hektar. Itu sebabnya menyelamatkan hutan mangrove menjadi krusial dalam memerangi perubahan iklim,” tegasnya.

Lebih lanjut Joko menegaskan penyebab kerusakan hutan mangrove sebagian besar berasal dari aktivitas manusia, terutama akibat konversi lahan untuk budidaya perikanan dan pertambakan yang merugikan lingkungan. “Hal tersebut masif dimana-mana sehingga mengikis kawasan mangrove,” tambahnya.

Joko menambahkan sepanjang pesisir garis pantai saat ini juga terancam oleh meningginya air laut akibat perubahan iklim. Meningginya air laut ini telah mengakibatkan erosi dan abrasi. Dan salah satu faktor pendukung terjadinya abrasi dan erosi di daerah-daerah pesisir adalah rusaknya kawasan-kawasan mangrove.

“Sebagai salah satu upaya efektif untuk mengantisipasi kemungkinan abrasi, penurunan permukaan tanah dan rehabilitasi daerah-daerah dekat pantai adalah melakukan penanaman mangrove,” pungkasnya. (wan)