Sunday, January 23, 2022
Depan > Kesehatan > Pemkab-Yayasan Paramitra Gelar Lokakarya Hasil Evaluasi Tengah Periode

Pemkab-Yayasan Paramitra Gelar Lokakarya Hasil Evaluasi Tengah Periode

Reporter : Hendra Trisianto
KRAKSAAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo bersama Yayasan Paramitra mengadakan Lokakarya Hasil Evaluasi Tengah Periode, Rabu (12/1/2022) pagi di ruang pertemuan Jabung 2 Kantor Bupati Probolinggo.

Lokakarya yang dilaksanakan selama 2 (dua) hari, tanggal 12-13 Desember 2022 secara hybrid antara daring dan luring tersebut diikuti oleh instansi terkait dan segenap mitra dan stakeholder Yayasan Paramitra di lingkungan Kabupaten Probolinggo.

Dalam sambutannya saat membuka kegiatan tersebut, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Heri Sulistyanto sangat mengapresiasi terlaksananya Program Inclusive System for Effective Eye care (I-SEE) sejak tahun 2018 di lingkungan Kabupaten Probolinggo.

Pasalnya proyek sistem kesehatan mata masyarakat yang inklusif dan efektif tersebut memang dirancang untuk membantu mengurangi gangguan penglihatan dan kebutaan masyarakat, terutama yang disebabkan katarak dan kelainan refraksi (plus/minus) pada anak-anak.

Heri berharap ditengah padatnya penanganan pandemi Covid-19, program yang sudah berjalan dengan baik ini untuk terus dilanjutkan. Terus bersinergi bersama berkontribusi meringankan beban masyarakat menangani permasalahan kesehatan mata seperti katarak dan refraksi.

“Kami harap program ini terus dilanjutkan di lingkungan Kabupaten Probolinggo. Isya Allah kami juga akan selalu support bersama lintas OPD dan instansi terkait. Semoga program ini tidak hanya dilanjutkan sampai tahun 2023 saja, tapi akan ada terus demi masyarakat yang sangat membutuhkan perhatian,” ungkap Heri Sulistyanto.

Mantan Kepala Dinas Perhubungan ini menambahkan, potensi permasalahan mata semakin hari semakin meningkat. Faktor pemicunya diantaranya perkembangan teknologi gadget dan kebiasaan baru masyarakat berlama lama di depan gadget dengan segala fiturnya.

Menyikapi hal tersebut lanjut Heri, edukasi terhadap masyarakat menjadi poin yang sangat penting, disamping pemeriksaan-pemeriksaan mata secara massif di berbagai lingkungan masyarakat.

“Kalau dulu kita selalu dilarang untuk membaca buku sambil tiduran karena dampak negatifnya bagi mata. Namun tantangan hari ini lebih berat dengan adanya gadget, rutinitas ini tentu membuat anak-anak kita semakin rentan terhadap permasalahan mata,” pungkasnya.

Sementara Direktur Yayasan Paramitra Asiyah Sugianti mengaku sangat bersyukur atas support dan sinergi para pihak selama ini. Tujuan workshop kali ini menurut Asiyah guna mendorong pemerintah agar lebih berkomitmen dalam penanganan masalah kesehatan mata.

Sebelumnya lanjut Asiyah, pada bulan Maret sampai dengan April 2021 yang lalu juga telah dilaksanakan evaluasi tengah periode guna memberikan umpan balik dan saran serta menjadi media pembelajaran untuk perbaikan pelaksanaan proyek yang akan berakhir pada akhir tahun 2022.

“Hasil evaluasi sebelumnya hendaknya menjadi dasar perencanaan program lanjutan pada dua tahun 2022-2023. Melalui kegiatan ini kami juga berharap bisa merancang sebuah rencana aksi untuk perbaikan pelaksanaan program yang bisa dikembangkan secara partisipatoris oleh para pemangku kepentingan di Kabupaten Probolinggo,” tandasnya. (dra)