Depan > Kemasyarakatan > Pemkab Segera Realisasikan Pembentukan KIHT

Pemkab Segera Realisasikan Pembentukan KIHT

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) di tahun 2021 ini akan segera merealisasikan pembentukan Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT).

Plt Kepala Disperindag Kabupaten Probolinggo Moh. Natsir mengatakan sejumlah persiapan untuk merealisasikan pembentukan KIHT di Kabupaten Probolinggo sudah dilakukan secara maksimal. “Insya Allah sebelum akhir tahun 2021, pembentukan KIHT ini sudah terealisasi,” katanya.

Menurut Natsir, pembentukan KIHT ini bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi pengusaha rokok kecil di Kabupaten Probolinggo, mulai dari tempat produksi, perijinan, kemudahan cukai dan lain sebagainya. Selain itu, untuk mengurangi beredarnya rokok illegal dan menumbuhkan industri lokal.

“Nanti ke depannya diharapkan semua IKM rokok yang sudah mati suri bisa dihidupkan kembali dengan menempati KIHT yang sudah disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Probolinggo,” jelasnya.

Natsir menjelaskan ketentuan mengenai KIHT tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 21/PMK.04/2020. Berdasarkan ketentuan tersebut, KIHT adalah kawasan yang dijadikan sebagai tempat pemusatan kegiatan industri hasil tembakau.

“Sebagai kawasan pemusatan kegiatan industri, KIHT dilengkapi prasarana, sarana serta fasilitas penunjang industri hasil tembakau. KIHT disediakan, dikembangkan dan dikelola, oleh pengusaha kawasan industri hasil tembakau atau disebut juga dengan pengusaha kawasan,” terangnya.

Lebih lanjut Natsir menerangkan dengan terbentuknya KIHT ini maka pihaknya akan memfasilitasi IKM rokok yang sudah mati suri dalam hal pengurusan persyaratan cukai. Sebab jika sudah masuk KIHT sudah lengkap dengan Bea Cukainya.

“KIHT ini merupakan KIHT produksi. Jadi para pelaku IKM rokok bisa melakukan produksinya disini. Sehingga tidak perlu lagi menyiapkan lahan 200 meter persegi. Semuanya sudah difasilitasi di KIHT, termasuk gedungnya,” tegasnya.

Natsir menegaskan pembentukan KIHT ini untuk menjawab atas maraknya peredaran rokok illegal di Kabupaten Probolinggo. “Harapannya dengan pembentukan KIHT ini sudah tidak ada lagi rokok-rokok illegal di Kabupaten Probolinggo,” harapnya. (wan)