Thursday, February 29, 2024
Depan > Kemasyarakatan > Pemkab Salurkan Cadangan Pangan Berupa Beras

Pemkab Salurkan Cadangan Pangan Berupa Beras

Reporter : Syamsul Akbar
DRINGU – Dalam rangka mengantisipasi dampak kerawanan pangan masyarakat miskin akibat kerentanan daya beli, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) menyalurkan cadangan pangan berupa 12 ton beras.

Cadangan pangan ini disalurkan kepada masyarakat di Kecamatan Tiris sebanyak 4 desa meliputi Desa Tiris, Tlogosari, Andungsari dan Wedusan. Masing-masing desa mendapatkan 1 ton.

Selanjutnya, Kecamatan Krucil sebanyak 2 desa meliputi Desa Kalianan dan Plaosan yang masing-masing desa menerima 2 ton serta Kecamatan Kotaanyar sebanyak 2 desa meliputi Desa Sidomulyo dan Curahtemu yang masing-masing menerima 2 ton. Dengan demikian total 3 (tiga) kecamatan mendapatkan 12 ton.

Penyaluran cadangan pangan berupa 12 ton beras ini dipimpin oleh Kepala DKP Kabupaten Probolinggo Yahyadi didampingi Kepala Bidang Penanganan Kerawanan Pangan DKP Kabupaten Probolinggo Nurul Komaril Asri.

Kepala DKP Kabupaten Probolinggo Yahyadi mengatakan penyaluran cadangan pangan berupa beras ini bertujuan dalam upaya pemenuhan 3 (tiga) pilar ketahanan pangan meliputi ketersediaan pangan, keterjangkauan pangan dan stabilitas pangan.

“Dari sini kita bergerak untuk melihat sejauh mana tujuan sasaran kita untuk mengalokasikan cadangan pangan Kabupaten Probolinggo. Untuk sasaran penerima cadangan pangan ini adalah orang yang betul-betul miskin atau miskin sekali,” katanya.

Yahyadi menjelaskan sasaran penyaluran cadangan pangan ini sudah diatur dalam Peraturan Bupati Probolinggo Nomor 76 Tahun 2022. Cadangan pangan ini diberikan kepada penerima manfaat Kepala Desa (Kades) melalui Camat.

“Alhamdulillah, cadangan pangan berupa beras ini sudah dialokasikan kepada penerima manfaat di tiga kecamatan masing-masing sebanyak 4 ton beras. Pengalokasian ini sudah sesuai dengan peta ketahanan dan kerentanan pangan atau FSVA (Food Security Vulnerability Atlas) Kabupaten Probolinggo,” jelasnya.

Menurut Yahyadi, penyaluran cadangan pangan ini sudah sesuai dengan yang diinginkan sehingga nantinya masyarakat yang berhak menerima merasa pangan beras itu murah. Sebab jika dilihat, setiap masyarakat miskin ada yang menerima 10 kg dan 5 kg.

“Ini kalau dihitung-hitung sesuai per kapita per tahun bisa untuk dimakan satu orang satu bulan. Tentunya ini akan mengurangi dari mahalnya harga pangan asal beras karena ada stimulan dari pemerintah melalui Dinas Ketahanan Pangan yang notabene dari ketersediaan pangan atau cadangan pangan Kabupaten Probolinggo,” tegasnya.

Yahyadi mengharapkan agar masyarakat memahami tentang bagaimana yang disebut dengan ketahanan dan kerentanan pangan sehingga kalau dikaji kembali dengan adanya isu tentang inflasi, penyaluran cadangan pangan ini sudah mengena dalam hal keterjangkauan harga dan tiga pilar ketahanan pangan.

“Untuk itu saya harapkan dan mohon doanya agar cadangan pangan Kabupaten Probolinggo bisa bertambah yang semula hanya 20 ton gabah kering giling dan ketika digiling akhirnya mendapatkan 12 ton beras yang dialokasikan kepada tiga kecamatan,” terangnya.

Lebih lanjut Yahyadi mengungkapkan apabila cadangan pangannya bertambah, apabila ada bencana dan kerentanan pangan bisa diatasi. Selain juga merubah kebiasaan dari para masyarakat. Sebab image dari masyarakat meskipun makan singkong 1 piring tetapi rasanya masih belum makan.

“Ini yang harus kita rubah bagaimana yang sudah makan singkong 1 piring itu sudah menganggap dia makan. Tapi sampai saat ini meskipun makan singkong sampai 1 piring kalau belum makan nasi rasanya belum makan. Harapannya diversifikasi pangan tidak hanya mutlak kepada beras saja,” ujarnya.

Yahyadi menambahkan Kabupaten Probolinggo jika ketersediaan pangan asal beras ini sudah swasembada. Tetapi masih ada desa-desa di Kabupaten Probolinggo ini sangat rentan terhadap pangan asal beras tetapi tidak rentang terhadap pangan asal umbi-umbian. “Inilah yang perlu didiskusikan bersama-sama dan memberikan penyuluhan kepada masyarakat Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya. (wan)