Thursday, October 8, 2026
Depan > Pemerintahan > Pemkab Probolinggo Terima Hibah Gerbang Wisata Sukapura Senilai Rp28 Miliar, Siap Didorong Jadi Pusat Ekonomi dan Wisata Bromo

Pemkab Probolinggo Terima Hibah Gerbang Wisata Sukapura Senilai Rp28 Miliar, Siap Didorong Jadi Pusat Ekonomi dan Wisata Bromo

KRAKSAAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo menerima hibah Barang Milik Negara (BMN) berupa aset bangunan Gerbang Wisata Sukapura (GWS) senilai sekitar Rp28 miliar dari pemerintah pusat.

Aset yang selama ini dikenal wisatawan sebagai Gerbang Wisata Bromo tersebut kini telah berkembang menjadi salah satu simpul aktivitas wisata dan ekonomi di jalur menuju kawasan Gunung Bromo.

Selain menjadi tempat istirahat wisatawan, GWS juga telah dimanfaatkan sebagai pusat UMKM, kuliner, pusat cinderamata hingga pasar hasil bumi masyarakat kawasan Bromo.

Penyerahan hibah tersebut ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) dan Naskah Perjanjian Hibah Barang Milik Negara (NPHBMN) antara Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris dengan Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Jawa Timur Denny Kumara di ruang Argopuro Kantor Bupati Probolinggo, Rabu (9/9/2026).

Hibah tersebut merupakan bagian dari kegiatan Penataan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Bromo Tengger Semeru (BTS) Tahap IV Kawasan Sukapura.

Sebelumnya, Pemkab Probolinggo juga telah menerima hibah aset Jembatan Kaca Seruni Point dari pemerintah pusat. Dengan penyerahan GWS ini, pemerintah daerah kembali mendapat kepercayaan untuk melanjutkan pengelolaan sejumlah infrastruktur strategis penunjang kawasan wisata Bromo.

Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris melakukan penandatanganan BAST dan NPHBMN serah terima hibah GWS dari Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Jawa Timur. (Foto : Kominfo/Hendra Trisianto)

Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat dalam pembangunan dan penataan kawasan pariwisata di Kabupaten Probolinggo.

Menurutnya, kawasan Sukapura memiliki posisi strategis sebagai bagian dari ekosistem pariwisata Bromo. Karena itu, pembangunan infrastruktur yang telah dilakukan pemerintah pusat harus diikuti dengan pengelolaan yang optimal agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat, khususnya Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Jawa Timur atas dukungan melalui kegiatan penataan KSPN Bromo Tengger Semeru ini. Bagi Kabupaten Probolinggo, kawasan Sukapura merupakan bagian penting dari ekosistem pariwisata Bromo,” ujarnya.

Setelah proses serah terima, Pemkab Probolinggo memiliki tanggung jawab penuh untuk memastikan seluruh aset yang diterima dapat dikelola secara baik dan produktif.

Bupati Haris mengatakan GWS telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung yang memiliki potensi besar untuk menggerakkan perekonomian masyarakat. Mulai dari pasar sayur, pendopo, sentra UMKM, pusat kuliner, pusat cinderamata hingga sejumlah fasilitas pendukung lainnya.

“Kita akan evaluasi terus, terutama pada GWS ini yang sudah lengkap dengan segala infrastruktur pendukungnya. Mulai pasar sayur, pendopo, sentra UMKM, kuliner, pusat cinderamata serta fasilitas lainnya,” ungkapnya.

Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Jawa Timur Denny Kumara melakukan penandatanganan BAST dan NPHBMN serah terima hibah. (Foto : Kominfo/Hendra Trisianto)

Ke depan, Pemkab Probolinggo juga berencana mendorong GWS agar semakin hidup melalui berbagai kegiatan dan event masyarakat.

“Saya ingin banyak event rakyat diadakan di sana. Kami yakin dengan begitu perekonomian juga bisa berputar di sana,” tegasnya.

Sementara Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo Sugeng Wiyanto menjelaskan, GWS saat ini sebenarnya sudah mulai menunjukkan aktivitas ekonomi yang cukup berkembang.

Selama dua tahun terakhir, Pemkab Probolinggo terus melakukan upaya jemput bola dengan memaksimalkan keterlibatan pelaku UMKM dalam pemanfaatan kawasan tersebut.

“Hasilnya, seluruh kios yang tersedia sebanyak 43 unit kini telah terisi dan dimanfaatkan oleh para pelaku UMKM,” terangnya.

Selain itu, pasar sayur dan hasil bumi di kawasan GWS juga telah beroperasi pada malam hingga dini hari. “Aktivitas tersebut mulai menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang melintas menuju kawasan Gunung Bromo,” tegasnya.

Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris memberikan sambutan dalam penandatanganan BAST dan NPHBMN serah terima hibah GWS. (Foto : Kominfo/Hendra Trisianto)

Menurut Sugeng, GWS kini tidak hanya berfungsi sebagai rest area, tetapi juga berkembang menjadi sentra perdagangan hasil bumi masyarakat Bromo sekaligus ruang aktivitas wisata malam.Terutama pada akhir pekan, kawasan GWS mulai ramai oleh wisatawan yang memanfaatkan lokasi tersebut untuk transit maupun menghabiskan waktu sebelum melanjutkan perjalanan menuju Bromo.

“Terutama malam Minggu, mulai jam 10 malam sampai dini hari, GWS saat ini juga dimanfaatkan wisatawan untuk transit atau sekadar menghabiskan malam menunggu dini hari menjelang mereka bergerak menuju Bromo,” tandasnya.

Dengan telah resminya hibah aset tersebut, Pemkab Probolinggo berharap pengelolaan Gerbang Wisata Sukapura dapat semakin optimal. Tidak hanya sebagai pintu masuk dan tempat singgah wisatawan menuju Bromo, tetapi juga sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar. ***

Penulis : Hendra Trisianto
Editor : Tim Bromo Info