Wednesday, September 29, 2021
Depan > Kemasyarakatan > Pemkab Gelar Pelatihan Perkoperasian

Pemkab Gelar Pelatihan Perkoperasian

Reporter : Syamsul Akbar
PAITON – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro menggelar pelatihan perkoperasian dalam rangka penguatan (internalisasi) kelembagaan koperasi di Kabupaten Probolinggo, Selasa hingga Kamis (22-24/9/2020) di Resto & Café Pantai Bohay Desa Binor Kecamatan Paiton.

Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto ini diikuti oleh 35 orang peserta dari unsur pengurus dan pengawas koperasi dari 15 koperasi di Kabupaten Probolinggo.

Selama 3 (tiga) hari para pengurus dan pengawas koperasi ini mendapatkan materi tentang penguatan jatidiri koperasi oleh Praktisi Koperasi Kabupaten Probolinggo Ismail Pandji, perpajakan koperasi oleh Konsultan Pajak Sidik Widjanarko dan internalisasi diri koperasi oleh Ketua Dekopinda Kabupaten Probolinggo Joko Rohani Sanjaya.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto mengatakan kunci sukses koperasi adalah pada pemahaman dan penanaman jatidiri koperasi untuk mewujudkan azas kekeluargaan dan gotong royong pada koperasi.

“Namun, koperasi juga harus tetap mengikuti perkembangan era ekonomi kompetitif revolusi industri 4.0 dengan mulai melaksanakan sistem kepranataan yang lebih modern dan inovatif terhadap tata laksana dan pelayanan koperasi,” katanya.

Menurut Anung, untuk mampu bersaing di era ekonomi kompetitif, koperasi harus sehat, tangguh dan mandiri. Untuk mewujudkannya, koperasi harus memiliki tata laksana koperasi yang baik (good cooperative governance). Dengan kepatuhan terhadap peraturan-peraturan tentang perkoperasian yang berlaku dan mengikat terhadap tata laksana koperasi.

“Tata laksana koperasi itu sendiri meliputi aspek organisasi, usaha dan keuangan. Maka, untuk menjadi koperasi yang sehat dan mandiri, koperasi harus sehat organisasi, sehat usaha dan sehat keuangan,” jelasnya.

Anung menerangkan melalui reformasi dan pembaharuan sistem kepranataan manajemen tata kelola koperasi. Dengan transparansi dan akuntabilitas, melalui riil anggota, riil pengurus/pengawas dan riil asset.

“Dengan demikian, sekarang saatnya mengubah paradigma dalam dunia koperasi di Kabupaten Probolinggo. Untuk mewujudkan koperasi menjadi badan usaha yang modern, berkualitas serta berdaya saing,” pungkasnya. (wan)