KRUCIL – Kegiatan mandiri pelatihan perbanyakan jamur Trichoderma sp digelar di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Krucil, Jum’at (24/4/2026). Pelatihan ini menjadi upaya pemberdayaan petani dalam mengembangkan agen hayati sebagai pengendali penyakit tanaman secara ramah lingkungan.
Pelatihan tersebut didampingi oleh Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Perkebunan Balai Besar Perbenihan dan Pelindungan Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Surabaya Ika Ratmawati bersama Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Krucil. Fokus kegiatan pada praktik langsung perbanyakan Trichoderma sp menggunakan media jagung giling yang dinilai ekonomis dan mudah diterapkan oleh petani.
Dalam prosesnya, media jagung melalui tahapan pencucian, pengukusan, sterilisasi hingga inokulasi jamur. Setelah itu, bahan diinkubasi selama 7–10 hari sebelum siap diaplikasikan ke lahan pertanian atau sebagai campuran kompos.
Petugas POPT Perkebunan BBPPTP Surabaya Ika Ratmawati mengatakan Trichoderma sp merupakan mikroorganisme yang bermanfaat untuk menekan patogen penyebab penyakit tanaman, seperti layu Fusarium dan busuk batang. “Penggunaan agen hayati ini sangat efektif untuk pencegahan penyakit tanaman jika diaplikasikan sejak awal,” ujarnya.
Sementara Koordinator PPL Kecamatan Krucil Agus Styagung menyampaikan dukungannya terhadap inisiatif mandiri petani dalam kegiatan tersebut. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan.

“Kami mengagendakan kegiatan rutin setiap bulan untuk belajar bersama sekaligus memproduksi sarana pertanian ramah lingkungan dengan melibatkan POPT sebagai quality control,” katanya.
Petani Desa Bermi Samsul mengaku merasakan manfaat nyata dari penerapan Trichoderma sp di lahan pertaniannya. Selain biaya produksi lebih hemat, tanaman juga lebih sehat dan hasil panen meningkat. “Dulu kami bergantung pada produk pabrikan dengan biaya tinggi. Sekarang dengan metode ini, tanaman lebih sehat dan hasilnya lebih baik,” ungkapnya.
Melalui kegiatan mandiri ini, diharapkan praktik pertanian berkelanjutan semakin berkembang di Kecamatan Krucil, sekaligus meningkatkan kemandirian petani dalam mengatasi hama dan penyakit tanaman secara alami. ***
Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info
