BESUK – Paguyuban Kelompok Tani (Poktan) se-Kecamatan Besuk kembali mengaktifkan pertemuan rutin sebagai upaya menggeliatkan transfer informasi dan teknologi pertanian, diskusi permasalahan lapangan, koordinasi kegiatan serta penguatan kelembagaan petani.
Pertemuan rutin tersebut digelar di rumah Ketua Poktan Sumber Rejeki H. Baihaki di Desa Sumberan Kecamatan Besuk dan dihadiri sekitar 40 peserta terdiri dari perwakilan Poktan se-Kecamatan Besuk, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Camat Besuk Handik Hariyanto, Kapolsek Besuk, Kepala Desa Sumberan, Babinsa, UPT Kesehatan Hewan, POPT Pangan Hortikultura serta POPT Perkebunan.
Pengurus Gapoktan Mutiara Hati Kecamatan Besuk M. Solehuddin dan Nawani berharap pertemuan rutin ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi wadah strategis dalam berbagi informasi, koordinasi kegiatan, pemecahan permasalahan pertanian serta penguatan kelembagaan Poktan.
“Pertemuan rutin ini kami harapkan menjadi pusat informasi dan diskusi untuk menjawab berbagai persoalan pertanian di lapangan serta memperkuat kelembagaan Poktan di Kecamatan Besuk,” ungkapnya.
Sementara Camat Besuk Handik Hariyanto menilai pertemuan rutin Paguyuban Poktan sangat penting sebagai ruang dialog antara petani dan pemangku kepentingan.
“Forum seperti ini sangat efektif untuk mengupas permasalahan pertanian baik di tingkat desa maupun kecamatan, seperti persoalan pupuk, peningkatan produksi pertanian dan kendala lain yang dihadapi petani,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, POPT Perkebunan BBPPTP Surabaya Ika Ratmawati menyampaikan petani untuk meningkatkan kewaspadaan menjelang musim tanam tembakau tahun 2026, terutama terkait potensi iklim kemarau basah.
“Petani perlu memperhatikan pengolahan lahan dengan membuat saluran pembuangan air yang baik serta melakukan pencegahan penyakit tanaman secara hayati, salah satunya menggunakan Trichoderma,” jelasnya.
Sementara POPT Pangan Hortikultura Alfattutizal menyampaikan adanya peningkatan populasi wereng batang coklat pada tanaman padi. Ia meminta petani lebih intensif melakukan monitoring dan segera melaporkan kepada PPL atau POPT apabila ditemukan serangan hama. “Dengan laporan cepat, tindakan pengendalian bisa dilakukan secara tepat dan efektif,” katanya.
Dari sektor peternakan, drh. Adi Pratowo selaku perwakilan UPT Pusat Kesehatan Hewan berharap sinergi antara petani dan tim peternakan dapat terus ditingkatkan agar kebutuhan informasi peternak dapat terlayani dengan baik.
Pada kesempatan tersebut, Nugroho Budi dari Bulog menyampaikan kesiapan Bulog untuk menyerap hasil panen padi petani melalui mitra Bulog, salah satunya Mitra Tani Lumbung Mas di Kecamatan Besuk yang dikelola oleh Ifan Renaldi.
Ia menjelaskan, gabah petani akan dibeli dengan harga Rp 6.500 per kilogram, dengan syarat tingkat kematangan panen 90–100 persen, bebas OPT, bebas bahan kimia dan dalam kondisi kering.

“Secara teknis, petani diharapkan berkoordinasi dengan PPL, Koramil atau Bulog setempat menjelang panen. Armada angkut ke Bulog juga sudah disiapkan,” terangnya.
Sedangkan Julaihin selaku Koordinator BPP Kecamatan Besuk menegaskan pentingnya keberlanjutan pertemuan rutin Paguyuban Poktan.
“Pertemuan ini harus terus berlanjut agar mampu meningkatkan pengetahuan, penguasaan teknologi.serta memperkuat kelembagaan Poktan. Dengan begitu, tantangan yang dihadapi petani selama ini bisa dicarikan solusi bersama,” pungkasnya. ***
Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info
