Friday, May 24, 2024
Depan > Kemasyarakatan > Orientasi Lapangan, Juru Timbang Turun Langsung ke Pasar

Orientasi Lapangan, Juru Timbang Turun Langsung ke Pasar

Reporter : Syamsul Akbar
MARON – Sebanyak 18 orang peserta pelatihan juru timbang melakukan orientasi lapangan dengan turun langsung ke Pasar Maron Kecamatan Maron untuk mengaplikasikan ilmu dan materi yang sudah dipelajari, Senin hingga Rabu (13-15/6/2022).

Orientasi lapangan ini dilakukan bersamaan dengan kegiatan pelayanan sidang tera ulang yang dilakukan oleh UPT Metrologi Legal Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo.

Kegiatan orientasi lapangan oleh peserta pendidikan dan pelatihan (diklat) juru timbang ini dipantau oleh Kepala DKUPP Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto didampingi Kepala UPT Metrologi Legal Diyah Setyo Rini.

Kepala DKUPP Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto menyambut dengan baik digelarnya diklat juru timbang bagi pengelola pasar dan petugas DKUPP Kabupaten Probolinggo. Sebab kegiatan ini nantinya akan semakin menambah ilmu dan pengetahuannya dalam bidang kemetrologian.

“Kita akan terus melakukan pembinaan kepada para juru timbang yang nantinya akan bertugas dalam kegiatan sidang tera ulang di pasar-pasar tradisional se-Kabupaten Probolinggo. Kegiatan ini sangat diperlukan untuk updating informasi-informasi kemetrologian dalam rangka mendukung tugas tera ulang sehingga bisa mengatasi setiap permasalahan dengan baik,” katanya.

Sementara Kepala UPT Metrologi Legal Diyah Setyo Rini mengungkapkan pelatihan juru timbang dengan skema Massive Open Online Course (MOOC) ini dilakukan dalam rangka untuk memudahkan pelayanan kemetrologian bagi pedagang pasar di pasar tradisional.

“Sebelum melakukan orientasi lapangan, teman-teman juru timbang ini selama hampir dua pekan menerima materi dari PPSDK (Pusat Pengembangan Sumber Daya Kemetrologian) Bandung. Setelah itu satu minggu kemarin melaksanakan praktikum di UPT Metrologi Legal dengan menggunakan alat ukur yang ada di UPT Metrologi Legal,” katanya.

Selain mendata alat UTTP (Ukur, Takar, Timbang dan Perlengkapannya) jelas Rini, mereka juga memeriksa akurasinya. Misalnya untuk timbangan pegas atau timbangan meja diuji di kapasitas 10 kilo. “Apabila ada ketidaksetimbangan yang melebihi dari batas toleransi, maka peserta juru timbang ini menyarankan atau mensosialisasikan untuk di tera ulang,” jelasnya.

Rini menambahkan pelatihan juru timbang ini bertujuan untuk memudahkan pelayanan dan membantu tugas-tugas kemetrologian. Pasalnya wilayah Kabupaten Probolinggo sangat luas yang terbagi dalam 34 pasar tradisional di 24 kecamatan se-Kabupaten Probolinggo.

“Harapan kami ilmu yang diperoleh oleh peserta ini nantinya bisa diaplikasikan dalam rangka membantu tugas-tugas kemetrologian, terutama pelayanan sidang tera ulang di pasar untuk membantu memeriksa alat UTTP di pasar. Serta membantu mensosialisasikan kemetrologian,” pungkasnya. (wan)