Tuesday, October 26, 2021
Depan > Kemasyarakatan > Operasi Pekat, Satpol PP Razia Hotel Kelas Mawar

Operasi Pekat, Satpol PP Razia Hotel Kelas Mawar

Reporter : Syamsul Akbar
TONGAS – Dalam rangka untuk menghormati dan memuliakan bulan suci Ramadhan 1440 Hijriyah, Team Reaksi Cepat (TRC) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Probolinggo melaksanakan operasi penyakit masyarakat (pekat) dengan melakukan razia sejumlah hotel kelas mawar di wilayah barat Kabupaten Probolinggo, Selasa (21/5/2019) siang.

Operasi pekat berupa razia hotel kelas mawar ini dipimpin oleh Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat (KUKM) Satpol PP Kabupaten Probolinggo Hari Pribadi dan Koordinator TRC Satpol PP Kabupaten Probolinggo Nurul Arifin. Razia ini melibatkan sedikitnya 8 (delapan) personil.

Dasar hukum pelaksanaan razia ini adalah Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah, Peraturan Daerah Nomor 16 Tahun 2018 Tentang Satuan Polisi Pamong Praja, Perintah Tugas (PT) Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Probolinggo serta SOP Tentang Ketentramam dan Ketertiban Umum Satuan Polisi Pamong Praja.

Kegiatan ini diawali dengan Unit TRC Kabupaten Probolinggo melaksanakan patroli di wilayah barat Kabupaten Probolinggo dengan sasaran warung yang buka pada siang hari di bulan suci Ramadhan tanpa menggunakan tirai.

“Kepada warung-warung yang buka pada siang hari kami memberikan imbauan kepada pemilik warung agar memasang tirai demi menghormati bulan suci Ramadhan dan orang yang sedang menjalankan ibadah puasa,” kata Kepala Bidang KUKM Satpol PP Kabupaten Probolinggo Hari Pribadi.

Selanjut personil TRC melanjutkan dengan melakukan operasi pekat di Kecamatan Dringu dan Tongas dengan sasaran hotel kelas mawar. Dalam kesempatan tersebut dilakukan pengecekan hotel kelas mawar dan melati di wilayah barat Kabupaten Probolinggo.

“Setelah kami cek tidak didapati temuan dan kami himbau kepada pemilik hotel agar lebih selektif untuk menerima tamu pada bulan suci Ramadhan, khususnya tamu yang berpasang-pasangan,” jelasnya.

Hari mengajak segenap elemen masyarakat agar bersama-sama untuk menjaga kesucian bulan suci Ramadhan 1440 Hijriyah dengan tidak melakukan perbuatan yang dapat menodai kesucian bulan puasa. “Harapannya mampu menciptakan situasi bulan suci Ramadhan yang aman dan kondusif sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan nyaman,” harapnya. (wan)