KRAKSAAN – Memasuki hari ketiga rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Probolinggo (Harjakapro) ke-280, suasana Alun-Alun Kraksaan semakin semarak pada Minggu (19/4/2026) malam. Mengusung tema “Transformasi Berkelanjutan Menuju Probolinggo SAE”, berbagai kegiatan yang memadukan olahraga, hobi dan edukasi keselamatan berkendara sukses menarik antusiasme masyarakat.
Sejak pagi hari, ratusan pesepeda dari berbagai komunitas ambil bagian dalam kegiatan Genggong Go Green Carnival. Mereka terdiri dari penggemar road bike, MTB hingga fun bike yang menempuh rute dengan start dan finish di halaman P5 Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong. Kegiatan ini menjadi simbol gaya hidup sehat sekaligus kampanye peduli lingkungan.
Memasuki malam hari, kemeriahan berlanjut dengan kegiatan Otomotif Safety Riding yang menghadirkan berbagai komunitas sepeda motor serta cosplayer. Ajang ini juga menjadi wadah kopi darat (kopdar) gabungan komunitas yang jarang ditemui dalam satu momentum.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Perhubungan (Dishub) bekerja sama dengan Satlantas Polres Probolinggo turut menghadirkan edukasi keselamatan berkendara. Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya tertib berlalu lintas demi menekan angka kecelakaan di jalan raya.
Suasana semakin meriah dengan penampilan live musik lokal yang menghibur pengunjung. Kehadiran para cosplayer juga menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi anak-anak dan keluarga yang memadati area Alun-alun Kraksaan.
Sejumlah warga mengaku antusias dengan rangkaian kegiatan yang dinilai semakin variatif. Rian (24), anggota komunitas motor mengaku kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang berkumpul, tetapi juga memberikan edukasi penting. “Seru banget! Biasanya kita cuma kumpul biasa, tapi kali ini ada edukasi safety riding yang sangat bermanfaat sebagai pengingat agar tetap tertib di jalan,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Siska (31), warga Kecamatan Kraksaan yang datang bersama keluarganya. Ia menilai perayaan Harjakapro tahun ini lebih meriah dan menarik. “Acaranya makin variatif. Pagi ada gowes, malamnya ada musik dan komunitas motor. Alun-alun jadi hidup sekali,” katanya.

Sementara Hendra (45), penggemar sepeda, mengaku terkesan dengan kegiatan gowes yang digelar pagi hari. “Jalurnya menantang tapi menyenangkan. Senang melihat pemerintah merangkul berbagai komunitas dalam satu kegiatan,” ungkapnya.
Rangkaian Harjakapro ke-280 masih akan berlangsung hingga 26 April 2026 dengan berbagai agenda menarik lainnya, seperti Ekraf Day dan Animals Lovers, hingga puncak penutupan yang diperkirakan akan kembali menyedot perhatian masyarakat. ***
Penulis : M4m4n
Editor : Tim Bromo Info
