Tuesday, September 21, 2021
Depan > Kesehatan > Nakes Sudah Divaksin Dosis 2 Bertambah 243 Orang

Nakes Sudah Divaksin Dosis 2 Bertambah 243 Orang

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Tenaga kesehatan (nakes) di Kabupaten Probolinggo yang sudah dilakukan vaksinasi Covid-19 dosis 2 hingga Selasa, 16 Februari 2021 pukul 17.00 WIB bertambah sebanyak 243 orang. Dengan demikian, total nakes yang sudah disuntik vaksin Covid-19 dosis 2 mencapai 1.839 orang atau 62,1% dari total sasaran 2.960 orang.

Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 tahap 1 dosis 2 ini dilakukan di 34 fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) di Kabupaten Probolinggo. Yakni, 33 puskesmas dan 1 RSUD Waluyo Jati Kraksaan.

“Saat tiba di fasyankes, mereka melakukan pendaftaran di meja 1. Dilanjutkan skrining di meja 2. Dari hasil skrining di meja 2 tersebut, 1.839 orang atau 62,1% sudah divaksin dari total sasaran 2.960 orang, 37 orang atau 1,3% ditunda dan 6 orang atau 0,2% batal divaksin,” kata Juru Bicara Ketua Pelaksana Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo dr. Dewi Vironica.

Pada vaksinasi tahap 1 dosis 1 jelas Dewi, nakes yang sudah divaksin Covid-19 sebanyak 2.946 orang atau 99,5% dari total sasaran 2.960 orang, ditunda 96 orang atau 3,2% dan batal divaksin 370 orang atau 12,5%. Prosentase total dosis 1 dan dosis 2 mencapai 80,8%.

“Tenaga kesehatan yang ditunda ini disebabkan ada beberapa penyakit ringan seperti flu, batuk dan lain sebagainya. Jika nanti keluhannya sudah sembuh, vaksin dosis 2 akan diberikan. Tetapi bagi yang batal divaksin dosis 2 ini salah satunya disebabkan karena kontraindikasi dari dosis 1,” jelasnya.

Dewi menerangkan capaian tertinggi vaksinasi bagi tenaga kesehatan di Kabupaten Probolinggo berada di Puskesmas Krucil. Jumlah total sasaran tenaga kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Krucil sebanyak 36 orang.

“Nakes yang sudah divaksin mencapai 34 orang atau 94,4%, ditunda 2 orang atau 5,6% dan batal divaksin dosis 2 sebanyak 2 orang atau 5,6%. Pada dosis 1, sebanyak 36 orang divaksin atau 100% serta tidak ada yang ditunda atau batal vaksin dosis 2, sehingga prosentase total dosis 1 dan dosis 2 sebesar 97,2%,” terangnya.

Untuk capaian terendah terang Dewi berada di Puskesmas Jorongan. Tenaga kesehatan yang sudah divaksin baru mencapai 8 orang atau 28,6% dari total sasaran 28 orang. Pada waktu dosis 1, tenaga kesehatan yang sudah divaksin mencapai 28 orang atau 100% dan batal vaksin 12 orang atau 42,9% . Prosentase total dosis 1 dan dosis 2 sebesar 64,3%.

“Kita harus memahami bahwa setelah vaksinasi dosis pertama, antibodi yang terbentuk setelah 14 hari paska penyuntikan. Antibodi akan terbentuk optimal (lebih dari 95%) setelah 14 hari dari penyuntikan vaksin dosis kedua (lebih dari 28 hari untuk lansia dan antibodi yang terbentuk berbeda-beda untuk masing-masing orang tergantung sistem imun yang terbentuk oleh tubuhnya),” tambahnya. (wan)