Tuesday, March 5, 2024
Depan > Kemasyarakatan > Musim Pancaroba, Warga Desa Opo-opo Buka Usaha Degan Bakar

Musim Pancaroba, Warga Desa Opo-opo Buka Usaha Degan Bakar

Reporter : Hendra Trisianto
KREJENGAN – Akhir-akhir ini Kabupaten Probolinggo sedang memasuki musim pancaroba, kondisi cuaca rasanya seperti tidak menentu. Siang panas terik, namun tiba-tiba malamnya hujan dan udara menjadi terasa dingin.

Tak ayal penyakit influenza pun marak di tengah masyarakat. Kondisi cuaca ekstrim ini rupanya menjadi berkah tersendiri bagi Ahmad Sakur (42) dan keponakannya Darul Faroh (32) warga Desa Opo-opo Kecamatan Krejengan.

Sejak awal bulan Mei 2022 ini, mereka membuka kedai minuman kelapa muda (degan) bakar rempah. Dari awal berjualan, kedai sederhana mereka pun langsung ramai didatangi pembeli.

Selain lokasinya yang strategis yakni di tepi jalan raya Kecamatan Krejengan (timur jembatan), suasananya yang juga dekat dengan sawah dan ladang ini sangat sejuk dengan rindangnya pepohonan asam Jawa.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa minuman degan bakar yang disajikan hangat-hangat kuku dan diracik bersama ramuan rempah-rempah tradisional ini sangat baik dikonsumsi untuk kesehatan badan.

Kesan pertama yang terasa dari ramuan ini memang jauh dari kata instan. Pasalnya kita harus rela bersabar dan menunggu proses pembakaran degan tersebut. Setelah tingkat kematangannya dirasa cukup, baru kemudian degan dikupas dan dicampur dengan berbagai rempah nusantara yakni sereh geprek, jahe geprek, madu dan gula merah Jawa.

Sejumlah pembeli mengaku puas tentang rasa dan khasiat degan bakar rempah DPR ini. Selain hangat, rasa rempah-rempah dan khasiatnya langsung terasa sehingga berdampak baik untuk kesehatan dan stamina badan.

Tidak hanya orang dewasa saja yang tertarik, para remaja milenial pun juga banyak yang doyan dengan minuman anti-mainstream ini. “Hobi saya adalah olahraga yang cukup berat, seperti badminton dan sepak bola. Selepas minum degan bakar rempah, capek-capek saya setelah olahraga hilang dan stamina kembali bugar,” ujar salah satu penikmat degan bakar, Satrio (18).

Senada dengan yang disampaikan Indah (50), warga Kota Kraksaan yang baru merasakan minum degan bakar ini mengatakan degan bakar ini sangat pas jika minuman ini dikonsumsi saat musim pancaroba seperti saat ini.

“Badan kita menjadi hangat setelah minum degan bakar ini, karena didalamnya juga ada jahe dan daun sereh. Menurut saya minuman ini sangat cocok untuk penangkal masuk angin, flu, dan badan meriang karena cuaca,” urainya.

Inspirasi usaha bersama yang dirintis Sakur dan keponakannya ini, bermula ketika pada satu kesempatan mereka menikmati sajian degan bakar khas Sragen-Solo. Sadar dengan manfaat minuman itu, mereka pun mencoba peruntungannya dengan membuka kedai sederhana sebagai permulaan.

Kedai ini buka setiap hari mulai jam 10 pagi sampai sore hari, kecuali hari Jum’at mereka libur. Dengan memilih lokasi yang ramai dan bandrol harga yang cukup bersahabat yakni Rp 15 ribu, hasil penjualan degan bakar rempah ini untungnya cukup menggiurkan.

“Di awal kami beroperasi ini, sehari tak kurang dari 30 porsi degan bakar habis terjual. Terutama jika cuaca sedang hujan dan berangin, bisa-bisa kami tutup lebih awal,” jelas Ahmad Sakur.

Sakur menambahkan, animo masyarakat sekitar cukup bagus dengan keberadaan kedainya ini. Terbukti sudah banyak para pembelinya kembali lagi untuk membeli dan akhirnya berlangganan.

Oleh karena itu dirinya dan keponakannya sedang bersiap-siap untuk memperluas lokasi kedainya serta menambah jumlah bahan baku degan bakarnya itu. Selain itu kedepannya Sakur juga akan lebih memperlengkap jenis kelapa muda dan rempah-rempah raciknya.

“Harga per porsinya nanti tergantung ramuan apa saja yang ditambahkan. Seperti tambahan telur ayam kampung, susu dan rempah lain seperti keningar atau kapulogo yang yang harganya bisa lebih mahal. Namun harga itu sebanding dengan khasiat dan manfaatnya,” tandasnya. (dra)