Monday, April 19, 2021
Depan > Kesehatan > Pastikan Hoax, Bercak Darah Bisa Disebabkan Penyakit Kronis

Pastikan Hoax, Bercak Darah Bisa Disebabkan Penyakit Kronis

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo memberikan klarifikasi terkait dengan beredarnya sebuah video jenazah pasien positif Covid-19 asal Desa Alastengah Kecamatan Paiton yang disebut-sebut hilang biji matanya dan mengalami pendarahan.

Ketua Pelaksana Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo dr. Shodiq Tjahjono mengatakan pasien tersebut masuk ke rumah sakit tanggal 2 Nopember 2020. Kemudian pada tanggal 5 Nopember 2020 sekitar jam 13.00 WIB yang bersangkutan meninggal dunia dengan diagnosa stroke dan terkonfirmasi positif Covid-19.

“Karena positif, maka pemulasaraan dan pemakaman jenazah dilakukan dengan protokol kesehatan Covid-19. Pada saat pemulasaraan jenazah itu, sudah ada 2 orang dari pihak keluarga jenazah yang ikut menyaksikan pemulasaraan jenazah sehingga tentunya tahu pada saat pemulasaraan jenazah itu bagaimana,” katanya.

Menurut Shodiq, saat itu pihak keluarga sudah setuju untuk dilakukan pemulasaraan jenazah dan pemakaman protokol kesehatan Covid-19. Kemudian sekitar pukul 18.00 WIB, jenazah dijemput oleh ambulance RSUD Waluyo Jati Kraksaan untuk dimakamkan di Desa Alastengah Kecamatan Paiton.

“Sampai disana sekitar pukul 18.45 WIB. Waktu datang memang kelihatan dari pihak keluarga histeris dan kemudian peti jenazah dibuka oleh pihak keluarga dan terlihat ada darah di kain kafan,” jelasnya.

Shodiq menerangkan darah di kain kafan itu memang dimungkinkan untuk pasien-pasien tertentu, terutama penyakit kronis. Penyebabnya memang ada 2 kemungkinan diantaranya lebam-lebam jenazah atau perdarahan pada dinding usus akibat penyakit dan bisa keluar lewat mulut sehingga bisa menempel di kain kafan.

“Untuk pastinya memang harus dilakukan pemeriksaan forensik. Tetapi yang pasti tidak mungkin dan tidak betul ada pengambilan organ (mata) sebagaimana yang beredar di medis sosial. Karena pada saat pemulasaraan jenazah sudah disaksikan oleh pihak keluarga,” tegasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo ini sangat menyayangkan bahwa semula keluarga sudah bersedia dan untuk dilaksanakan protokol kesehatan Covid-19, ternyata ketika di lokasi terjadi pembukaan peti jenazah sehingga itu akan membahayakan keluarga dan masyarakat sekitar yang ikut membongkar dan memandikan jenazah pasien Covid-19 tersebut.

“Oleh karena itu tindak lanjutnya, Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo akan melakukan tracing dan testing kepada kontak erat yang pada saat itu ikut membuka peti jenazah dan memandikan sampai memakamkan,” ungkapnya.

Ke depan Shodiq mengharapkan masyarakat menyadari pentingnya penerapan protokol kesehatan terhadap jenazah-jenazah yang diduga atau memang positif Covid-19 agar tidak menularkan kepada keluarga atau masyarakat sekitarnya. “Jadi prorokol kesehatan itu harus diterapkan untuk mencegah penularan kepada masyarakat,” pungkasnya. (wan)

cww trust seal