Depan > Pendidikan > MTsN 1 Probolinggo Berikan Pelatihan PKB Guru Bahasa Inggris

MTsN 1 Probolinggo Berikan Pelatihan PKB Guru Bahasa Inggris

Reporter : Syamsul Akbar
PAITON – Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Probolinggo melalui Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Inggris Kelompok Kerja Madrasah (KKM) memberikan pelatihan pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB) guru Bahasa Inggris di aula Pantai Bohay Desa Binor Kecamatan Paiton.

Pelatihan yang diikuti oleh 16 orang MGMP ini dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo H Ahmad Sruji Bahtiar, Senin (21/11/2022).

Ketua MGMP Bahasa Inggris mengharapkan semoga kegiatan ini menjadi cikal bakal majunya kegiatan MGMP Bahasa Inggris di Kabupaten Probolinggo dengan menghasilkan baik produk berupa buku ataupun karya ilmiyah/populer serta dapat meningkatkan kualitas pendidikan Bahasa Inggris dengan tetap mamasukkan nilai yang terintegrasi dengan nilai-nilai keislaman.

“Dengan demikian akan membawa anak didik menjadi anak didik yang mumpuni keilmuannya dalam berkomunikasi berbahasa Inggris secara natural maupun dalam hal public speaking yang diintegrasikan dengan nilai-nilai keislaman sehingga tercipta generasi unggul sekaligus beriman dan bertakwa serta berakhlak mulia,” ungkapnya.

Sementara Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo H Ahmad Sruji Bahtiar mengatakan peningkatan kompetensi guru merupakan salah satu fokus yang dilakukan Kemenag RI, khususnya Dirjen GTK (Guru dan Tenaga Kependidikan) dalam meningkatkan kualitas madrasah. “Melalui kegiatan pembelajaran yang berorientasi pada ketrampilan tingkat tinggi dan terintegrasi dengan nilai-nilai keislaman,” katanya.

Oleh sebab itu jelas Bahtiar, kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kompetensi paedagogik dan profesional para guru Bahasa Inggris di tingkat KKM MTsN 1 Probolinggo.

“Kompetensi paedagodik merupakan kompetensi yang harus dimiliki oleh para guru agar dapat memahami karakter peserta didik serta kompetensi profesional, guru dapat memahami bahan ajar beserta materi yang akan disampaikan kepada peserta didik,” jelasnya.

Menurut Bahtiar, kegiatan ini sangat penting agar pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola pembelajaran betul-betul maksimal dan peserta didik mudah memahami apa yang diajarkan. “Harapannya agar guru yang mendapatkan pelatihan ini dapat meningkatkan layanan pendidikan pada peserta didik,” pungkasnya. (wan)