Thursday, July 29, 2021
Depan > Kemasyarakatan > Motivasi UMKM Berkembang Secara Mandiri

Motivasi UMKM Berkembang Secara Mandiri

Reporter : Syamsul Akbar
DRINGU – Sebagai upaya untuk bangkit di tengah-tengah wabah COVID-19, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo memberikan pembinaan kepada para pelaku UMKM di Kabupaten Probolinggo secara mandiri. Kegiatan ini dilaksanakan di Gio Café 717 Desa Ngepoh Kecamatan Dringu, Senin (3/8/2020).

Pembinaan UMKM secara mandiri ini dihadiri oleh Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto dan Motivator Ketua UMKM Mandiri Jawa Timur Niko Trisno.

Sehubungan masih dalam situasi wabah COVID-19, peserta pembinaan UMKM inipun dibatasi untuk mencegah penyebaran COVID-19. Seluruh peserta juga menerapkan protokol kesehatan secara ketat mulai dari cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, memakai masker dan jaga jarak aman.

Dalam kesempatan tersebut, narasumber Motivator Ketua UMKM Mandiri Jawa Timur Niko Trisno memberikan semangat kepada para pelaku UMKM apa yang harus dilakukan dalam situasi pandemi COVID-19. “Selama ini sudah banyak UMKM yang tertidur dan bahkan berhenti produksi. Oleh karena itu disini kita harus sharing pengalaman. Bagi yang sudah bisa online hendaknya bisa menularkan kepada UMKM yang lain,” katanya.

Niko juga memberikan motivasi bagaimana UMKM bisa bangkit dan bisa melihat peluang di saat pandemi COVID-19. “Antar UMKM harus saling mendukung dan giat untuk mencari pasar baik online maupun offline,” tegasnya.

Sementara Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto menyambut baik pembinaan UMKM secara mandiri di Gio Café 717 yang diprakarsai oleh para pelaku UMKM secara mandiri dan swadaya.

“Setidaknya nanti juga bisa memberikan informasi diantara anggota UMKM di Kabupaten Probolinggo. Kegiatan ini awalnya dari omong-omong dari pelaku UMKM yang menginginkan pembinaan secara mandiri. Jadi ini asli dana dari UMKM sendiri dan tidak menggunakan dana APBD. Ini merupakan sebuah upaya untuk mengembangkan UMKM tanpa menggunakan dana APBD,” katanya.

Menurut Anung, kegiatan ini memang idenya dari para pelaku UMKM sendiri, tetapi pada akhirnya menjadikan mereka hebat karena bisa mengembangkan UMKM tidak menggunakan dana APBD.

“Sebenarnya kegiatan ini sudah sering dilakukan, tetapi sehubungan masih pandemi COVID-19 sempat berhenti. Namun sekarang akan kita mulai lagi dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Jadi kita ini sering mengadakan motivasi UMKM mandiri,” tegasnya.

Anung menerangkan, pembinaan kepada UMKM ini dilakukan dengan tujuan untuk memberikan motivasi para UMKM dengan cara mandiri. “Kita ingin UMKM itu bangkit dalam situasi pandemi COVID-19 secara mandiri. Kita mengajak UMKM untuk bisa mandiri dan tidak menggantungkan kepada dana APBD. Alhamdulillah, semua UMKM kita mendukung dan mau untuk mandiri,” jelasnya.

Sebagai bentuk dukungan nyata dalam kegiatan tersebut, semua pelaku UMKM yang hadir membawa produknya masing-masing sebagai konsumsi bersama. “Tetapi yang penting itu kita bisa memberikan dan mereka pelaku UMKM merespon. Kita bersyukur karena respon dari UMKM di Kabupaten Probolinggo untuk mandiri sangat luar biasa,” terangnya.

Anung menambahkan bahwa pembinaan UMKM secara mandiri ini akan diistiqomahkan. Karena memang dana dari pemerintah itu sangat tipis. Oleh karena itu, dengan segala keterbatasan dana APBD, maka Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo memberanikan diri untuk mengadakan pembinaan kepada UMKM dengan tema Motivasi UMKM Mandiri.

“Dengan segala keterbatasan pendanaan, kita menginginkan melakukan pembinaan terhadap UMKM secara mandiri. Namun demikian, kita akan bangkit dari keterpurukan akibat pandemi COVID-19 ini untuk bersama-sama mengembangakn UMKM dengan dana mandiri,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, salah satu peserta Elok dari UMKM Bolen Tape Leces mengusulkan agar UMKM yang ada di Kabupaten Probolinggo melakukan studi banding ke daerah lain dengan dana mandiri. Dimana UMKM siap untuk menabung dari sekarang. Ternyata usulan inipun disetujui oleh seluruh pelaku UMKM yang ada.

“Studi banding ini memang perlu untuk melihat langsung keberhasilan UMKM di daerah yang lain untuk selanjutnya menjadi studi tiru di Kabupaten Probolinggo. Tujuan akhirnya adalah untuk perkembangan dan kemajuan UMKM yang ada di Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya. (wan)

cww trust seal