Thursday, October 8, 2026
Depan > Kemasyarakatan > Menbud Fadli Zon Apresiasi Revitalisasi Candi Jabung, Dorong Jadi Ekosistem Budaya Kabupaten Probolinggo

Menbud Fadli Zon Apresiasi Revitalisasi Candi Jabung, Dorong Jadi Ekosistem Budaya Kabupaten Probolinggo

PAITON – Menteri Kebudayaan (Menbud) Republik Indonesia Fadli Zon melakukan kunjungan kerja ke Candi Jabung yang terletak di Desa Jabung Candi Kecamatan Paiton Kabupaten Probolinggo, Minggu (25/1/2026) sore.

Kunjungan Menbud Fadli Zon yang didampingi Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Endah Budi Heriyani ini disambut oleh Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris, Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo Fahmi AHZ, Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo M. Zubaidi, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto bersama jajaran pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo serta Pemuka Penghayat Kepercayaan Dang Hyang Sambhawa Sagara.

Dalam peninjauan tersebut, Menbud Fadli Zon mendapatkan paparan terkait proses revitalisasi Candi Jabung yang telah dilakukan oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI. Ia kemudian berkeliling melihat langsung kondisi kawasan cagar budaya tersebut.

Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris menyambut kedatangan Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon di Candi Jabung Kecamatan Paiton. (Foto : Kominfo/Sholeh Adnan)

Menteri Kebudayaan (Menbud) RI Fadli Zon mengapresiasi revitalisasi Candi Jabung yang dinilainya memiliki nilai sejarah, arsitektural dan budaya yang sangat tinggi.

“Kawasan Candi Jabung ini relatif luas, sekitar lima hektare dan memiliki nilai sejarah yang sangat penting. Revitalisasi yang dilakukan sudah sangat baik,” ujarnya.

Menbud menjelaskan, Candi Jabung merupakan peninggalan era Kerajaan Majapahit yang dibangun pada tahun 1276 Saka atau 1354 Masehi, pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk. Keberadaan candi ini juga disebut dalam Kitab Negarakertagama.

Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris dan Wakil Bupati Probolinggo Fahmi AHZ menerima kunjungan Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon di Candi Jabung. (Foto : Kominfo/Sholeh Adnan)

“Dari sisi arsitektur, Candi Jabung sangat unik karena menggunakan material bata, bukan batu andesit seperti kebanyakan candi di Jawa Timur. Ini menunjukkan perkembangan teknologi bangunan pada masa Majapahit serta akulturasi Hindu, Buddha dan kepercayaan lokal,” lanjutnya.

Menbud juga menekankan pentingnya pelestarian Candi Jabung dari berbagai ancaman, baik vandalisme maupun faktor alam, mengingat lokasinya yang berada di kawasan pesisir. Selain itu, ia mendorong pemanfaatan candi secara berkelanjutan sesuai amanat undang-undang.

“Kawasan ini bisa dikembangkan sebagai ekosistem budaya, mulai dari festival seni, tradisi lokal, wisata sejarah, wisata religi hingga wisata kuliner khas Kabupaten Probolinggo,” tambahnya.

Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris dan Wakil Bupati Probolinggo Fahmi AHZ bersama Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon di Candi Jabung Kecamatan Paiton. (Foto : Kominfo/Syamsul Akbar)

Sementara Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris mengatakan kunjungan tersebut merupakan kelanjutan dari rangkaian upaya penguatan dan revitalisasi situs budaya di Kabupaten Probolinggo.

“Ini merupakan kunjungan lanjutan setelah sebelumnya kami bersama-sama meninjau kawasan Tengger dan Bromo hingga proses revitalisasi Museum Tengger. Insya Allah besok Museum Tengger yang telah direvitalisasi akan diresmikan dan pada kesempatan ini kami juga sekaligus mengunjungi Candi Japung yang menjadi salah satu ikon sejarah daerah Kabupaten Probolinggo,” katanya.

Menurut Bupati Haris, meskipun Candi Japung berasal dari masa yang berbeda dengan budaya Tengger, seluruh peninggalan tersebut memiliki nilai penting sebagai bagian dari identitas budaya Kabupaten Probolinggo.

Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris menyerahkan cinderamata kepada Menbud RI Fadli Zon. (Foto : Kominfo/Syamsul Akbar)

“Ke depan kami berharap ada perbaikan atau revitalisasi agar situs-situs sejarah ini dapat dimanfaatkan dengan baik. Harapannya, Kabupaten Probolinggo memiliki satu sentra budaya yang bisa dipahami oleh seluruh masyarakat,” jelasnya.

Bupati Haris menambahkan Kabupaten Probolinggo memiliki keragaman budaya dan sejarah yang sangat kaya, mulai dari Tengger, Candi Jabung, Candi Kedaton hingga legenda Dewi Rengganis.

“Kabupaten Probolinggo ini memiliki banyak potongan sejarah dan budaya. Kita ingin masyarakat benar-benar memahami culture atau budaya kita sendiri. Itu yang paling penting,” tegasnya.

Ia berharap ke depan sudah ada narasi sejarah dan budaya yang utuh untuk diwariskan kepada generasi muda. “Harapan kami, nantinya sudah ada narasi yang bisa ditulis dan diceritakan kepada anak-anak kita. Dalam satu hingga dua tahun ke depan, semoga kita sudah memiliki konsep budaya yang matang sehingga Kabupaten Probolinggo dikenal sebagai daerah yang sarat budaya dan sejarah,” terangnya.

Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris dan Wakil Bupati Probolinggo Fahmi AHZ bersama Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon di Candi Jabung Paiton. (Foto : Kominfo/Syamsul Akbar)

Terkait harapan Menbud Fadli Zon agar Candi Jabung dikembangkan sebagai destinasi wisata religi atau budaya, Bupati Haris menegaskan setiap pusat kebudayaan harus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

“Setiap pusat budaya harus berdampak pada ekonomi masyarakat, terutama UMKM. Dengan meningkatnya kunjungan, UMKM bisa terlibat dan perekonomian masyarakat ikut berputar. Budaya, olahraga dan sektor lainnya harus bermuara pada kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. ***

Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info