Thursday, September 23, 2021
Depan > Pemerintahan > Masuki Purna Tugas, Prijono Terima Tali Asih

Masuki Purna Tugas, Prijono Terima Tali Asih

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-113 tahun 2021 yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo di halaman depan Kantor Bupati Probolinggo, Kamis (20/5/2021) pagi menjadi momentum yang tidak bisa dilupakan oleh Prijono.

Pasalnya saat akan memasuki purna tugas pengabdiannya sebagai ASN (Aparatur Sipil Negara) di lingkungan Pemkab Probolinggo, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Probolinggo ini mendapatkan tali asih yang diserahkan langsung oleh Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo H. Soeparwiyono.

“Saya menyampaikan ucapan selamat memasuki masa purna tugas buat H. Prijono. Insya Allah husnul khotimah menjadi ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo,” kata Bupati Tantri.

Yang perlu ditiru dari sosok Prijono jelas Bupati Tantri, selain loyalitasnya tentu akhlak kesalehannya yang baik kepada yang diatas maupun pada sesama. Prijono ini patut menjadi contoh bagi semua ASN. Tidak hanya sekedar bekerja dengan professional, amanah dan penuh semangat, tetapi bagaimana menjaga dan menjunjung tinggi amanah yang diterimanya.

“Sekian tahun saya berinteraksi dan kenal dengan Prijono, beliaulah patut kita tiru bersama. Tidak pernah beliau hadir menghadap saya dengan permasalahan dan tidak banyak bicara. Setiap bertanya permasalahan telah diselesaikan dengan baik sehingga tidak membebani pimpinan. Ketika sudah mentok baru meminta petunjuk dan meminta solusi kepada pimpinan,” tegasnya.

Menurut Bupati Tantri, Prijono inilah ASN yang patut ditiru oleh semuanya. Sekian tahun mengabdi sebagai ASN di lingkungan Pemkab Probolinggo. “Secara tidak langsung, Pak Prijono sudah memberikan contoh yang baik bagi para ASN. Semoga bisa kita tiru, termasuk kesalehan dan semangatnya,” terangnya.

Prijono sendiri mulai masuk sebagai ASN di lingkungan Pemkab Probolinggo tahun 1990 sebagai staf di PUD. Kemudian tahun 1996 itu dipromosikan menjadi Kasubag Pengendalian Pembangunan di Bagian Penyusunan Program. Lalu pada tahun 1998 kembali lagi ke PU (Pekerjaan Umum).

“Alhamdulillah, saya disekolahkan oleh Pemerintah Kabupaten Probolinggo melanjutkan S2 di Australia. Setelah kembali tahun 2000, masuk lagi ke PU menjadi Kasi Peralatan. Kemudian tahun 2002 menjadi Kabid Pembangunan karena struktur sudah berubah waktu otonomi daerah,” ujar Prijono.

Tahun 2004, lelaki kelahiran Surabaya, 20 Mei 1961 ini dipromosikan menjadi Kepala Dinas PU Bina Marga. Selanjutnya tahun 2009 dimutasi sebagai Kepala Dinas PU Cipta Karya. Kemudian tahun 2017 ada pembentukan SOTK baru ditugaskan sebagai Kepala Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang).

“Mulai tahun 2019 saya bertugas sebagai Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Probolinggo hingga tahun 2021. Jadi selama 31 tahun saya mengabdi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo. Mohon doanya semoga husnul khotimah,” harapnya.

Selama menjadi ASN, Prijono menyampaikan kesan sekaligus pengalaman bahwa ASN itu intinya harus sabar dan tidak perlu terburu-buru untuk mencari peningkatan jabatan dan sebagainya. Yang paling penting harus selalu meminta perlindungan Allah SWT.

“ASN ini menjadi sorotan masyarakat dari semua sisi. Mulai dari hukum, DPRD, masyarakat sendiri dan media. Sehingga harus mengatur langkah yang baik dan menghindari hal-hal yang tidak baik serta selalu meminta perlindungan Allah SWT supaya mata, mulut, telinga, kaki dan tangan ini supaya digerakkan oleh Allah SWT kepada yang benar,” tegasnya.

Suami dari Rully Dwitrisnani ini mengaku menyerahkan semuanya kepada Allah SWT. Setiap sesuatu yang dialami dijalankan sesuai perintah agama. “Saya benar-benar menjalankan hal tersebut. Seperti contohnya sholat Tahajjud lakukan setiap malam. Insya Allah sepertinya itu ada yang mengatur semua langkah kita. Begitu ada suatu kesalahanpun seperti dibantu, sehingga semuanya bisa berjalan lancar,” jelasnya.

Ayah dari 3 anak ini menegaskan bahwa peran keluarga selama menjadi ASN sangat baik. Keluarga terutama istrinya sangat mendukung dan selalu mengingatkan yang baik. Itu yang menjadi motivasi baginya sehingga dapat bekerja dengan baik. Artinya tidak menuntut terlalu tinggi terus, menerima apa yang sudah dihasilkannya dan mengingatkan hal-hal yang baik supaya semuanya bisa berkah untuk keluarga.

“Saya ingin berpesan kepada ASN, dengan modal sabar dan belajar sesuai dengan tupoksinya dan ahlinya, sesuai dengan kemampuan ilmunya serta selalu dekatkan diri pada Allah SWT, Insya Allah itu akan diarahkan sendiri oleh Allah SWT. Yang penting sabar dan meminta perlindungan dari Allah SWT,” katanya.

Setelah pensiun, Prijono berkeinginan hanya ingin memanfaatkan kemampuan dan ilmu yang dimiliki dibidang bangunan. “Saya ingin menggunakan kemampuan dan ilmu sebaik-baiknya. Saya senang membuat keindahan gedung terutama seperti rumah. Kalau diridhoi dan ada rizki dari Allah SWT, saya akan membeli rumah yang murah untuk direnovasi sesuai keinginan hati dari sisi keindahan dan sisi arsitektur. Mudah-mudahan semua keinginan ini berkah,” pungkasnya. (wan)