SUKAPURA – Kelompok Kerja Guru (KKG) Multigrade Wonomerto-Sumberasih melakukan studi tiru pelaksanaan Pembelajaran Kelas Rangkap (PKR) dan studi tiru pelaksanaan kegiatan KKG kelas rangkap ke SDN Ngadirejo Kecamatan Sukapura, Selasa (15/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi guru untuk melihat langsung praktik pembelajaran multigrade sekaligus mempelajari pola kegiatan KKG yang telah berjalan di sekolah tersebut.
Studi tiru diikuti sekitar 25 kepala sekolah dan guru dari KKG Multigrade lintas Korwil Sumberasih dan Wonomerto. Peserta berasal dari SDN Laweyan 3, SDN Sumberbendo 1, SDN Kedungsupit 2, SDN Sumberkare 3 dan SDN Patalan.
Kedatangan rombongan yang dipimpin oleh Korwil Bidang Pendidikan dan Kebudayaan (Dikdaya) Kecamatan Sumberasih Maini Yudiningsih, Korwil Bidang Dikdaya Kecamatan Wonomerto Burhanuddin dan Ketua KKG Multigrade Wonomerto-Sumberasih Dyah Retno Sulistyowati ini disambut oleh Kepala SDN Ngadirejo Yusnita Ermiyanti dan District Officer INOVASI Kabupaten Probolinggo Anwar Sutranggono.
Selain melihat secara langsung proses Pembelajaran Kelas Rangkap di sekolah yang telah lebih dahulu menerapkannya, peserta juga mengikuti kegiatan KKG Fase C Gugus Multigrade Sukapura.
Kepala SDN Ngadirejo Yusnita Ermiyanti menyampaikan ucapan selamat datang sekaligus menjelaskan secara singkat pelaksanaan kegiatan KKG dan pembelajaran multigrade di sekolahnya.

“SDN Ngadirejo baru sekitar satu tahun melaksanakan pembelajaran multigrade. Karena itu, kunjungan guru dari Kecamatan Wonomerto dan Sumberasih menjadi ruang berbagi pengalaman sekaligus evaluasi terhadap praktik pembelajaran yang telah berjalan,” ujarnya.
Setelah penyambutan, peserta langsung mengikuti observasi pembelajaran Fase C di kelas. Guru dari Kecamatan Wonomerto dan Sumberasih mengamati berbagai aktivitas guru dan murid menggunakan lembar pengamatan.
Observasi tersebut tidak hanya melihat aktivitas selama pembelajaran, tetapi juga mencermati kesesuaian antara perencanaan pembelajaran dengan pelaksanaan di kelas. Usai observasi, kegiatan dilanjutkan dengan KKG Fase C. Para guru menyampaikan hasil pengamatan yang kemudian dibahas bersama dalam forum KKG Multigrade.
Korwil Bidang Dikdaya Kecamatan Sumberasih Maini Yudiningsih mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman awal yang lebih konkret mengenai pelaksanaan Pembelajaran Kelas Rangkap.
“Pemahaman awal mengenai pembelajaran kelas rangkap perlu diperkuat agar para pendidik memiliki gambaran yang lebih jelas sebelum menerapkannya di satuan pendidikan,” katanya.

Menurut Maini, salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melihat secara langsung kegiatan PKR di lembaga yang telah lebih dahulu melaksanakan pembelajaran tersebut. Pengamatan langsung diharapkan dapat memberikan pengalaman dan gambaran nyata mengenai pelaksanaan PKR di lingkungan sekolah. “Melihat secara langsung kegiatan pembelajaran kelas rangkap tentu memberikan pengalaman dan gambaran nyata bagi guru,” tegasnya.
Sementara Korwil Bidang Dikdaya Kecamatan Wonomerto Burhanuddin mengungkapkan Forum KKG membahas hasil observasi pembelajaran kelas rangkap di SDN Ngadirejo. Pembahasan dimulai dari Rencana Pembelajaran Mendalam (RPM) yang telah disusun guru, kemudian dibandingkan dengan implementasinya selama proses pembelajaran.
“Dari hasil pengamatan, salah satu catatan yang muncul adalah kegiatan pembuka pembelajaran yang berlangsung terlalu lama sehingga mengurangi waktu untuk kegiatan inti. Temuan tersebut menjadi bahan diskusi untuk melihat bagian pembelajaran yang masih dapat diperbaiki,” ungkapnya.
Dalam proses observasi, guru juga menggunakan instrumen penilaian dengan rentang skor 1 sampai 4 untuk mengukur keberhasilan kegiatan pembelajaran.
Bagi KKG Multigrade Wonomerto-Sumberasih, studi tiru tersebut tidak berhenti pada kegiatan melihat praktik pembelajaran di SDN Ngadirejo. Hasil kunjungan akan menjadi bahan untuk mengembangkan pola kegiatan KKG di wilayah Wonomerto dan Sumberasih.

“Tindak lanjut yang direncanakan adalah mengadaptasi kegiatan KKG dengan pola yang diawali observasi kelas. Hasil pengamatan kemudian dibawa ke forum KKG untuk didiskusikan sebagai bahan refleksi dan perbaikan pembelajaran,” terangnya.
Dengan pola tersebut, kegiatan studi tiru diharapkan tidak sekadar menjadi kunjungan antar sekolah, tetapi menghasilkan praktik yang dapat diterapkan dan dikembangkan oleh guru dalam pelaksanaan Pembelajaran Kelas Rangkap. ***
Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info
