Depan > Pemerintahan > Kades Sukodadi Komitmen Bangun Desa dengan Modernisasi Zaman

Kades Sukodadi Komitmen Bangun Desa dengan Modernisasi Zaman

Reporter : Hendra Trisianto
KRAKSAAN – Plt Bupati Probolinggo Drs HA Timbul Prihanjoko, Rabu (13/4/2022) pagi telah melantik dan mengambil sumpah/janji sebanyak 249 orang kepala desa (kades) masa khidmat 2022-2028 di Ruang Rangga Aditama Gedung Islamic Center (GIC) Kota Kraksaan.

Menariknya, dari keseluruhan para kades yang dilantik dan diambil sumpahnya tersebut tampak tidak sedikit wajah-wajah muda yang terlihat masih fresh khas generasi milenial saat ini.

Salah satunya yang menjadi sorotan adalah Kepala Desa terpilih dari Desa Sukodadi Kecamatan Paiton Novian Ramadhanu Fidhayanto (26). Saat itu Novian didampingi istrinya, Rahardian Kusuma Wardani (25), yang juga dilantik sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Desa Sukodadi.

Dengan usia produktif dan semangat muda yang dimilikinya itu, pria muda bertubuh jangkung kelahiran Desa Sukodadi yang sebelumnya berprofesi sebagai pengusaha ini diharapkan mampu membawa angin segar bagi desanya.

Novian sebelumnya mengaku sangat bersyukur atas amanah yang diberikan masyarakat Desa Sukodadi kepadanya. Meskipun dia sendiri terbilang masih sangat muda untuk memimpin sebuah pemerintahan desa.

Setelah terpilih menjadi Kepala Desa Sukodadi, harapan besarnya adalah membangun desanya ke arah lebih baik sesuai dengan modernisasi zaman saat ini. Novian menginginkan masyarakatnya agar jauh lebih melek teknologi, sehingga Desa Sukodadi bisa menjadi desa yang tidak ketinggalan zaman, maju dan mandiri.

“Target kami juga memperluas sinergi lintas sektoral maupun bersama perusahaan-perusahaan swasta terutama PLTU Paiton. Dukungan ini penting bagi desa kami agar lebih maju lagi, baik dalam pelayanan masyarakat, infrastruktur dan terutama pemberdayaan masyarakat untuk peningkatan kualitas hidup masyarakat,” terangnya.

Alumni mahasiswa Teknik Industri Universitas Islam Yogyakarta ini juga ingin mengajak para generasi muda di desa-desa lainnya agar tidak ragu dan segan untuk maju sebagai pemimpin desa. Sehingga lebih banyak lagi muncul pemimpin-pemimpin muda yang lebih segar dan visioner.

“Karena usia bukanlah takaran bagi tingkat kedewasaan seseorang, mari buktikan bahwa kita yang muda juga mampu menjadi pemimpin. Kita mulai dari tingkat paling bawah yakni pemerintahan desa, kemudian hari kita bisa naik lagi dan lagi untuk menjadi yang lebih baik lagi,” tandas Novian. (dra)