KRAKSAAN – Musik menjadi salah satu cara mempertemukan budaya. Semangat itulah yang terasa saat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo menyambut kedatangan grup musik asal Malaysia Banyak Bunyik Republik di ruang pertemuan Rengganis Kantor Bupati Probolinggo, Jum’at (18/9/2026).
Kedatangan musisi dari Negeri Jiran tersebut diterima Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Diskoparekraf) Kabupaten Probolinggo Heri Mulyadi yang mewakili Bupati Probolinggo serta jajaran tim Argopuro Scooter Holiday (ASH). Pertemuan ini menjadi bagian dari persiapan penampilan Banyak Bunyik Republik dalam gelaran ASH 2026.
Event nasional tersebut akan berlangsung pada 19–20 September 2026 di Bermi Eco Park Kecamatan Krucil. Selain menjadi ajang berkumpulnya komunitas scooter dari berbagai daerah, ASH 2026 juga menjadi momentum promosi potensi pariwisata dan ekonomi kreatif Kabupaten Probolinggo.
Mewakili Bupati Probolinggo, Kepala Diskoparekraf Kabupaten Probolinggo Heri Mulyadi menyambut hangat kedatangan Banyak Bunyik Republik. Ia berharap kehadiran musisi Malaysia tersebut tidak hanya memberikan warna pada gelaran ASH 2026, tetapi juga menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan potensi wisata Kabupaten Probolinggo ke masyarakat Negeri Jiran.
“Selamat datang di Kabupaten Probolinggo. Kami sangat senang bisa menerima teman-teman dari Malaysia. Mudah-mudahan selama berada di sini mendapatkan pengalaman yang menyenangkan, baik dari kegiatan maupun dari budaya dan keindahan alam Kabupaten Probolinggo,” ujarnya.

Menurutnya, Kabupaten Probolinggo memiliki bentang alam yang beragam. Selain Gunung Bromo dan Gunung Lemongan, terdapat Gunung Argopuro yang memiliki karakter alam serta sejarah dan cerita masyarakat yang kuat.
Gunung Argopuro juga dikenal memiliki jalur pendakian terpanjang di Pulau Jawa, dengan jalur lintas yang membentang sekitar 63 kilometer. Kawasan Bermi di Kecamatan Krucil menjadi salah satu akses penting menuju kawasan Gunung Argopuro.
“Argopuro bukan hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga memiliki cerita, sejarah dan kearifan lokal yang menarik. Ini bagian dari kekayaan Kabupaten Probolinggo yang ingin kami kenalkan lebih luas,” jelasnya.
Ia berharap kedatangan Banyak Bunyik Republik dapat menjadi bagian dari promosi tersebut. Melalui musik, interaksi antarkomunitas dan pertukaran budaya, Kabupaten Probolinggo diharapkan semakin dikenal hingga ke Malaysia.
“Kami berharap teman-teman dari Banyak Bunyik Republik bisa membawa cerita tentang Kabupaten Probolinggo ketika kembali ke Malaysia. Mudah-mudahan melalui musik dan budaya, masyarakat Malaysia semakin mengenal keindahan dan keunikan daerah kami,” harapnya.

Sementara perwakilan Banyak Bunyik Republik mengaku terkesan dengan kunjungan pertamanya ke Kabupaten Probolinggo. Selain persiapan tampil dalam ASH 2026, kesempatan tersebut menjadi ruang untuk mengenal lebih dekat budaya lokal.
“Kami sangat terkesan karena ini merupakan kunjungan pertama kami. Kami melihat budaya lokal yang menarik dan berharap bisa saling bertukar budaya serta musik. Semoga musik kami juga dapat diterima oleh masyarakat lokal,” ungkapnya.
Pertemuan tersebut sekaligus memperlihatkan kedekatan budaya Indonesia dan Malaysia yang sama-sama memiliki akar budaya Melayu dan tradisi yang saling bersinggungan.
Hal senada disampaikan Arif dari One Music Asia Malaysia. Ia mengucapkan terima kasih atas sambutan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Probolinggo. “Tadi kami juga sedikit dijelaskan mengenai budaya Kabupaten Probolinggo. Kami rasa budaya kita tidak banyak berbeda karena kita serumpun,” katanya.
Arif berharap pertemuan tersebut dapat berkembang menjadi hubungan yang lebih luas di bidang musik dan industri kreatif kedua negara. “Kami berharap industri musik antara kedua negara bisa semakin bersatu. Kami juga ingin membawa musik Indonesia ke Malaysia, sehingga ada pertukaran dan kolaborasi yang lebih luas antara musisi Indonesia dan Malaysia,” ujarnya.

Kehadiran Banyak Bunyik Republik dalam Argopuro Scooter Holiday 2026 pun menjadi lebih dari sekadar penampilan musik. Pertemuan tersebut membuka ruang perjumpaan antara komunitas, budaya dan industri kreatif dua negara serumpun.
Di sisi lain, panggung ASH 2026 menjadi kesempatan bagi Kabupaten Probolinggo untuk memperkenalkan Argopuro dan berbagai potensi wisata lainnya melalui pengalaman langsung para tamu dari luar negeri.
Dari musik, persahabatan lintas negara pun tumbuh. Dari perjumpaan itu pula, cerita tentang keindahan Kabupaten Probolinggo diharapkan ikut menyeberang hingga ke Negeri Jiran.
Penulis : Haryo Rusdianto Susilo
Editor : Tim Bromo Info
