Thursday, October 8, 2026
Depan > Pendidikan > Jejak Lentera Digulirkan, Guru Bahasa Indonesia Siapkan Karya Siswa

Jejak Lentera Digulirkan, Guru Bahasa Indonesia Siapkan Karya Siswa

SUMBER – Program Jejak Lentera atau Jelajah Karya untuk Meningkatkan Literasi Lewat Menulis Cerita mulai didorong menjadi gerakan bersama di kalangan sekolah menengah pertama (SMP) Kabupaten Probolinggo.

Program yang digagas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo tersebut diarahkan untuk mendorong peserta didik menghasilkan karya melalui penulisan cerita pendek sekaligus memperkuat budaya literasi di sekolah.

Gagasan tersebut disampaikan Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Like Lidyawati saat menghadiri kegiatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia di SMPN 1 Sumber, Kamis (24/9/2026).

Kegiatan yang diikuti oleh anggota MGMP Bahasa Indonesia tersebut turut dihadiri oleh Pembina MGMP Bahasa Indonesia Triman Budiono serta Ketua MGMP Bahasa Indonesia Ali Said.

Untuk mewujudkan program Jejak Lentera tersebut, antusiasme anggota MGMP Bahasa Indonesia menjadi salah satu modal penting. Para peserta menyambut gagasan Jejak Lentera dan mendorong agar program tersebut dilaksanakan secara bersama-sama di sekolah.

Dalam pelaksanaannya, guru Bahasa Indonesia akan menjadi person in charge (PIC) di masing-masing sekolah untuk menggerakkan peserta didik menghasilkan karya. Dengan keterlibatan setiap sekolah, karya siswa SMP di Kabupaten Probolinggo diharapkan semakin banyak dan dapat terdokumentasikan.

Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Like Lidyawati mengatakan Jejak Lentera diharapkan mampu mendorong lahirnya lebih banyak karya tulis dari peserta didik Kabupaten Probolinggo.

“Jejak Lentera adalah Jelajah Karya untuk Meningkatkan Literasi Lewat Menulis Cerita. Harapannya, apa yang sudah menjadi mimpi kita bersama nanti akan tertuang dalam lebih dari seribu karya cerita pendek yang dibuat oleh anak-anak kita,” katanya.

MGMP Bahasa Indonesia menggelar kegiatan di SMPN 1 Sumber. (Foto : Disdikdaya)

Menurutnya, karya-karya tersebut nantinya dapat menjadi bagian dari literasi digital peserta didik. Menulis cerita pendek juga diharapkan menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan minat literasi di tengah perubahan kebiasaan belajar anak-anak.

“Harapannya dengan meningkatkan literasi melalui menulis cerita pendek ini, ke depannya akan semakin meningkatkan literasi kita, khususnya anak-anak kita di Kabupaten Probolinggo,” harapnya.

Like menekankan pentingnya keberadaan MGMP sebagai ruang untuk menyatukan persepsi dan menyelaraskan program organisasi dengan program Disdikdaya. Pelaksanaan MGMP secara bergantian dari satu tempat ke tempat lainnya dinilai dapat menjaga semangat peserta sekaligus memberikan suasana berbeda dalam setiap pertemuan.

“Saya mengapresiasi semangat para peserta yang tetap hadir meskipun harus menempuh perjalanan menuju SMPN 1 Sumber dengan kondisi jalan yang cukup menantang. Semangat kita dan wujud syukur kita adalah sudah bekerja sejauh ini. Hari ini kita menuju puncak ke SMP 1 Sumber. Jalanannya ekstrem, tetapi membuat kita bahagia karena hari ini kita membangkitkan semangat, menyatukan persepsi dan juga harapan bersama,” terangnya.

Like menegaskan, sinergi antar anggota MGMP diperlukan untuk menjalankan program yang telah disusun. “Kita menyatukan persepsi dan harapan bersama dalam rangka menyongsong program-program yang sudah disusun dengan rapi oleh MGMP,” tegasnya.

Ia berharap program MGMP dapat berjalan seiring dengan program Disdikdaya sehingga memberikan dampak positif bagi peserta didik, khususnya siswa kelas VII, VIII dan IX. “Ke depan apa yang menjadi program Dinas Pendidikan dan Kebudayaan harus disambut dengan baik dan kita laksanakan sesuai dengan prosedur, sehingga akan membawa dampak yang positif bagi anak-anak kita, khususnya peserta didik di semua jenjang yang ada di Kabupaten Probolinggo, utamanya kelas 7, 8 dan 9,” lanjutnya.

Sementara Ketua MGMP Bahasa Indonesia Kabupaten Probolinggo Ali Said menyambut positif gagasan tersebut. Ia mengajak para guru dan siswa bergerak bersama agar cita-cita menghadirkan buku digital yang berisi karya siswa Kabupaten Probolinggo dapat diwujudkan.

“Program ini sangat positif sekali. Saya ingin mengajak bagaimana mimpi dari Kabupaten Probolinggo agar mempunyai buku digital berupa hasil karya dari anak-anak kita ini bisa terwujud. Ayo kita bergerak bersama,” ujarnya.

Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Like Lidyawati dalam kegiatan MGMP Bahasa Indonesia di SMPN 1 Sumber. (Foto : Disdikdaya)

Ali juga mendorong guru untuk terlebih dahulu memberikan contoh dalam berkarya dan berinovasi sebelum mengajak siswa melakukan hal yang sama. “Untuk membangkitkan para guru kita untuk selalu berkarya, berinovasi dalam dunia pendidikan. Selamat untuk MGMP Bahasa Indonesia yang ada di Kabupaten Probolinggo, teruslah berkarya, mulailah dari diri sendiri. Karena tidak akan bisa kita mengajak siswa kalau kita tidak memulai dari diri sendiri,” terangnya.

Selain Jejak Lentera, MGMP Bahasa Indonesia juga menyiapkan sejumlah kegiatan untuk menyambut Bulan Bahasa. Salah satunya berupa lomba video yang memberikan ruang bagi siswa untuk menghasilkan karya positif.

“Nanti akan ada lomba video di mana di situ anak-anak menghasilkan beberapa kerja positif yang nantinya akan dikemas bersama, kerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo,” tambahnya.

Dengan dukungan MGMP dan guru Bahasa Indonesia sebagai penggerak di masing-masing sekolah, Jejak Lentera diharapkan berkembang menjadi gerakan literasi yang menghasilkan karya nyata siswa SMP Kabupaten Probolinggo. ***

Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info