Depan > Pemerintahan > Gubernur Jatim Tinjau Lokasi Ambruknya Jembatan Gantung

Gubernur Jatim Tinjau Lokasi Ambruknya Jembatan Gantung

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Gubernur Jawa Timur Hj. Khofifah Indar Parawansa didampingi sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur meninjau lokasi ambruknya jembatan gantung di Desa Kregenan Kecamatan Kraksaan, Jum’at (9/9/2022) sore.

Kedatangan Gubernur Jatim ini disambut oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo H. Soeparwiyono, Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi, Dandim 0820 Probolinggo Letkol Arh Arip Budi Cahyono, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Probolinggo David P. Duarsa serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo.

Begitu sampai di lokasi, Gubernur Khofifah didampingi Sekda Soeparwiyono dan jajaran Forkopimda Kabupaten Probolinggo melihat-lihat kondisi jembatan gantung yang ambruk dan memberikan santunan berupa sembako kepada masyarakat sekitar melalui kepala desa setempat.

Gubernur Jawa Timur Hj. Khofifah Indar Parawansa yang hadir bersama dengan Dinas PU Bina Marga, Dinas Sumber Daya Air dan BPBD meminta untuk dilakukan exercise kaitannya dengan proses penyiapan jembatan gantung yang bisa menggantikan posisi jembatan gantung yang ambruk.

“Karena koneksitas masyarakat dari Pajarakan ke Kraksaan ini menjadi bagian penting . Jadi memang harus diexercise. Insya Allah dimungkinkan dengan menggunakan BTT (Belanja Tidak Terduga) Pemprov Jawa Timur karena jembatan gantung ada di e-katalog,” ungkapnya.

Untuk para siswa Khofifah meminta agar anak-anak ini betul-betul mendapatkan perhatian baik pada layanan kesehatan maupun pada trauma healingnya. Oleh karena itu, proses belajar mengajar tetap bisa dilakukan. Sementara masyarakat harus mencari opsi jembatan lain yang tidak jauh dari jembatan gantung yang ambruk.

“Sambil bersabar, kita akan exercise dengan Pemkab Probolinggo untuk melakukan asesmen. Jadi asesmen jembatan gantung yang ada di Kabupaten Probolinggo, tetapi sebetulnya bisa dijadikan proses untuk refleksi dan evaluasi dari seluruh jembatan gantung yang ada di Jawa Timur. Bagaimana hadirnya jembatan gantung bisa memberikan layanan membangun koneksitas dari mobilitas masyarakat dan aman,” terangnya.

Sementara Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo H. Soeparwiyono menyampaikan ucapan terima kasih kepada Gubernur Jawa Timur Hj. Khofifah Indar Parawasan yang datang untuk meninjau lokasi ambruknya jembatan gantung di Desa Kregenan Kecamatan Kraksaan.

“Tadi pagi begitu mendengar ambruknya jembatan gantung dengan korban siswa sekolah, saya langsung memerintahkan OPD terkait untuk cek lapangan, termasuk cek korban di rumah sakit. Kita lakukan koordinasi di lapangan dan asesmen,” katanya.

Menurut Sekda Soeparwiyono, sementara ini pihaknya fokus kepada korban yang ada di rumah sakit. Saat ini ada 10 orang yang rawat inap di RSUD Waluyo Jati. Awalnya ada 15 orang, tetapi yang 5 orang sudah bisa dipulangkan dengan melakukan rawat jalan.

“Saya sudah memerintahkan Kepala Dinas Kesehatan untuk berkoordinasi dengan pihak RSUD Waluyo Jati agar biaya perawatan seluruh korban yang dirawat gratis ditanggung Pemerintah Daerah,” tegasnya.

Sekda Soeparwiyono menerangkan penyebab ambruknya jembatan gantung tersebut pertama karena kondisi jembatan sudah tua. Karena informasinya jembatan gantung ini dibangun pada tahun 2001 atau 21 tahun yang lalu. Jadi memerlukan perawatan.

“Selain itu, kondisinya memang kurang layak jika banyak yang melewatinya. Jadi bebannya melebihi kapasitas yang seharusnya. Tadi pagi itu ada peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) yang dilakukan SMPN 1 Pajarakan dengan melakukan jalan santai. Ketika melewati jembatan gantung tersebut, banyak anak-anak yang berada di tengah jembatan. Karena kelebihan beban, akhirnya jembatan gantung ini ambruk,” pungkasnya. (wan)