KRAKSAAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) berkolaborasi dengan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Provinsi Jawa Timur menggelar bimbingan teknis (bimtek) peningkatan standar kompetensi kerja bidang jasa konstruksi III berupa pelatihan berbasis kompetensi Building Information Modeling (BIM) di Ruang Dam Banyu Biru DPUPR Kabupaten Probolinggo, Selasa (30/6/2026).
Pelatihan ini diikuti oleh 35 peserta yang berasal dari unsur konsultan perencana, konsultan pengawas serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menangani pekerjaan konstruksi. Materi pelatihan disampaikan oleh narasumber dari Universitas Widya Kartika Surabaya dengan fokus pada penerapan teknologi BIM dalam proses perencanaan hingga pelaksanaan proyek konstruksi.
Kepala Bidang Jasa Konstruksi dan Peralatan DPUPR Kabupaten Probolinggo Ruli Nasrullah menyampaikan peningkatan kompetensi tenaga ahli konstruksi menjadi kebutuhan strategis untuk mendukung penyelenggaraan jasa konstruksi yang profesional sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi.
“Pelatihan berbasis kompetensi BIM menjadi salah satu langkah nyata untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang konstruksi agar mampu mengikuti perkembangan teknologi dan tuntutan dunia kerja,” ungkapnya.
Menurut Ruli, tenaga ahli konstruksi yang kompeten memiliki peran strategis dalam pelaksanaan pekerjaan jasa konstruksi. Karena itu, melalui pelatihan berbasis kompetensi BIM ini kami berharap para tenaga ahli konstruksi di Kabupaten Probolinggo mampu meningkatkan kompetensi, mengembangkan kapasitas profesional serta berkontribusi lebih optimal dalam mendukung pembangunan, baik di tingkat daerah maupun nasional.
“Kami mengucapkan selamat mengikuti pelatihan kepada seluruh peserta. Semoga ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari. Terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kami sampaikan kepada seluruh pihak yang telah membantu sehingga pelatihan ini dapat berjalan dengan lancar,” tambahnya.

Sementara Kepala Bidang Tata Bangunan dan Jasa Konstruksi Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Provinsi Jawa Timur Diah Kusumaningrum mengatakan perkembangan pembangunan infrastruktur dan gedung yang semakin kompleks menuntut peningkatan kualitas sumber daya manusia konstruksi agar mampu menguasai teknologi modern.
“Penerapan Building Information Modeling (BIM) telah menjadi bagian penting dari transformasi digital di sektor konstruksi karena mampu mengintegrasikan data proyek secara menyeluruh mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan hingga pemeliharaan,” katanya.
Menurut Diah, BIM bukan hanya media visualisasi tiga dimensi, tetapi merupakan sistem pengelolaan informasi proyek yang terintegrasi. “Dengan BIM, koordinasi antar pemangku kepentingan menjadi lebih akurat, potensi kesalahan desain dan benturan pekerjaan dapat diminimalkan, sehingga proyek konstruksi dapat dilaksanakan lebih efektif, efisien dan berkualitas,” jelasnya.
Diah menambahkan pelatihan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam membina dan mengembangkan kompetensi tenaga kerja konstruksi sesuai amanat Peraturan Menteri PUPR Nomor 24 Tahun 2014 tentang Pedoman Pelatihan Berbasis Kompetensi Bidang Jasa Konstruksi.
“Pelatihan ini dirancang berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) untuk menjawab kebutuhan nyata di lapangan, khususnya dalam meningkatkan mutu pekerjaan, ketepatan waktu pelaksanaan dan efisiensi biaya konstruksi. Kami berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya sehingga mampu menerapkan ilmu yang diperoleh demi meningkatkan kualitas penyelenggaraan jasa konstruksi di Kabupaten Probolinggo maupun Provinsi Jawa Timur,” pungkasnya. ***
Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info
