Reporter : Syamsul Akbar
KREJENGAN – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Probolinggo memberikan pelatihan manajemen pelaksanaan pekerjaan konstruksi di Ridho Resort Desa Krejengan Kecamatan Krejengan, Kamis (31/8/2023).
Pelatihan ini diselenggarakan berkat sinergitas antara DPUPR Kabupaten Probolinggo dengan Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi (BP2JK) Wilayah Jawa Timur, Direktorat Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI.
Kegiatan pelatihan manajemen pelaksanaan pekerjaan konstruksi ini diikuti 40 orang peserta dari Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) atau staf Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Kabupaten Probolinggo. Mereka mendapatkan materi dari BP2JK Wilayah Jawa Timur, Direktorat Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI.
Dalam pelatihan ini para peserta menerima materi persiapan pra konstruksi, evaluasi program kegiatan desain pekerjaan konstruksi, pemilihan pekerjaan konstruksi, pengawasan pelaksanaan pekerjaan konstruksi, pengendalian pelaksanaan pekerjaan konstruksi, evaluasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi, uji daya/terima (testing commisioning) untuk pekerjaan konstruksi dan serah terima pekerjaan konstruksi.
Kepala Bidang Jasa Konstruksi dan Peralatan DPUPR Kabupaten Probolinggo Ruli Nasrullah mengatakan kegiatan ini dimaksudkan memberikan informasi pentingnya manajemen dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi.
“Tujuannya agar terwujudnya sumber daya manusia masyarakat jasa konstruksi Kabupaten Probolinggo yang memahami pentingnya manajemen pelaksanaan pekerjaan konstruksi,” ujarnya.
Sementara Kepala DPUPR Kabupaten Probolinggo Hengki Cahjo Saputra mengatakan jasa konstruksi mempunyai peran strategis dalam pembangunan nasional, sehingga perlu dilakukan pelatihan menajemen pelaksanaan pekerjaan konstruksi.
”Dengan adanya pelatihan ini diharapkan masyarakat jasa konstruksi (PPTK/staf PPK) di Kabupaten Probolinggo semakin paham akan pentingnya perannya dalam pembangunan nasional melalui peningkatan sumber daya manusia, mendukung tertib penyelenggaraan jasa konstruksi yang kokoh dan mampu mewujudkan hasil pekerjaan konstruksi yang berkualitas,” katanya. (wan)
