Depan > Kemasyarakatan > DKUPP Gelar Workshop Penerapan Akuntabilitas Koperasi

DKUPP Gelar Workshop Penerapan Akuntabilitas Koperasi

Reporter : Syamsul Akbar
PAJARAKAN – Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo menggelar workshop penerapan akuntabilitas koperasi di RM Masada Desa Karanggeger Kecamatan Pajarakan, Rabu dan Kamis (24-25/8/2022).

Kegiatan ini diikuti oleh 30 orang peserta dari unsur pengurus dan pengawas koperasi dari 15 koperasi di Kabupaten Probolinggo. Selama kegiatan mereka mendapatkan materi perpajakan koperasi dari Vendy Jatmiko dari KPP Pratama Probolinggo, perkoperasian dari Pengawas Koperasi Muda DKUPP Kabupaten Probolinggo Mochamad Iqbal Mahardiyani serta penerapan akuntabilitas koperasi dari Ketua PKPRI Probolinggo Edy Supangkat.

Kepala DKUPP Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto mengatakan koperasi yang kuat, sehat, mandiri, tangguh dan berdaya saing yang sesuai jati diri koperasi dapat tercapai dengan penerapan kepatuhan koperasi terhadap peraturan perkoperasian dan membangun akuntabilitas koperasi sebagai badan usaha berbasis anggota, sebagaimana komitmen koperasi dari, oleh dan untuk anggota.

“Pengurus setiap tahun wajib melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) merupakan wujud pertanggungjawaban atas mandat dari anggota untuk melaksanakan pengelolaan koperasi,” katanya.

Menurut Anung, laporan pertanggungjawaban pengurus yang disampaikan kepada anggota harus transparan dan akuntabel. Untuk itu pengurus dan pengawas wajib memahami peraturan perkoperasian yang berlaku.

“Koperasi ini berasaskan dari, oleh dan untuk anggota. Jadi yang mempunyai koperasi ini adalah anggota. Pengawas dan pengurus ini yang dipercaya oleh anggota untuk mengelola koperasi. Jika amanah ini dijalankan dengan baik, Insya Allah koperasinya akan menjadi lebih baik,” jelasnya.

Anung memberikan apresiasi kepada koperasi-koperasi yang ada di Kabupaten Probolinggo karena sudah mendekati koperasi sehat. Harapannya pengawas dan pengurus koperasi ini terus menerus mengikuti regulasi tentang koperasi. Sebab sifatnya terus berjalan dan berubah.

“Jangan bosan-bosannya untuk mengetahui kesehatan koperasi. Kalau semua koperasi sudah digitalisasi, maka koperasinya akan baik. Tetapi harus melihat SDM dan programnya. Saya harapkan semua koperasi mengikuti digitalisasi. Karena suka atau tidak suka, hal ini harus diikuti. Kalau tidak diikuti, maka koperasi akan tersisih,” pungkasnya. (wan)