Depan > Informasi Layak Anak > Dispersip Maksimalkan Pelayanan Perpustakaan Keliling dan Dongeng Anak Keliling

Dispersip Maksimalkan Pelayanan Perpustakaan Keliling dan Dongeng Anak Keliling

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Probolinggo terus berupaya meningkatkan Indeks Kegemaran Membaca Masyarakat Kabupaten Probolinggo. Salah satunya dengan memaksimalkan kegiatan dongeng anak-anak keliling dan pelayanan perpustakaan keliling.

Kepala Bidang Pelayanan Pengembangan Perpustakaan Dispersip Kabupaten Probolinggo Suryana Nuring Perbawani mengatakan tingkat kegemaran membaca masyarakat Kabupaten Probolinggo masuk kategori sedang dengan nilai 53,49.

“Faktor-faktor yang mempengaruhi kegemaran membaca masyarakat meliputi kebiasaan membaca di waktu santai, motivasi diri sendiri, kesediaan internet, bentuk bahan bacaan, kekuatan jaringan internet dan kelengkapan fasilitas pendukung,” katanya.

Menurut Nuring, dongeng anak-anak keliling ini dilakukan untuk mengalihkan kegiatan anak-anak dari bermain gadget dan mencegah anak-anak lambat bicara. Sebab kebanyakan anak yang terlalu lama bermain gadget akan autism.

“Kalau mendongeng, ada komunikasi dua arah dan interaksi. Setelah mendongeng, kita minta anak untuk menceritakan kembali dengan bahasa mereka sendiri. Biasanya selesai mendongeng, ada aktifitas bermain tebak gambar dan kuis berupa games yang sifatnya melatih otak dan kreatifitas anak,” jelasnya.

Nuring menjelaskan, dalam kegiatan dongeng ini pihaknya memberikan kesempatan kepada anak untuk memilih sendiri buku bacaan yang disukai. Selanjutnya mereka akan membaca buku pilihannya dan menceritakan kembali dengan bahasa mereka. “Lebih menarik lagi menggunakan boneka peraga untuk mencerikan profesi dan hewan,” ujarnya.

Terkait dengan pelayanan perpustakaan keliling terang Nuring, pihaknya sudah mendistribusikan armada ke berbagai wilayah desa di Kabupaten Probolinggo. Mulai dari lembaga sekolah hingga pondok pesantren. Terlebih saat ini baru selesai pelaksanaan ujian semester. “Saat ini kita memiliki 3 buah armada roda 3 dilengkapi dengan buku bacaan yang setiap hari keluar memberikan pelayanan keliling ke masyarakat,” terangnya.

Lebih lanjut Nuring menegaskan, pelayanan perpustakaan keliling ini akan melengkapi keberadaan perpustakaan desa (perpusdes). Pasalnya koleksi buku yang dimiliki perpusdes masih kurang menarik karena jumlahnya masih kurang dan tidak update.

“Sekarang kecenderungan digital dengan mengandalkan informasi teknologi dan informasi via internet. Tidak mudah bagi masyarakat desa untuk membeli buku. Solusinya adalah dengan beralih ke digital. Masyarakat kadang kurang tertarik datang ke perpusdes karena koleksinya kurang,” tambahnya.

Nuring pelayanan perpustakaan digital sangat membantu dalam mendongkrak Indeks Kegemaran Membaca Masyarakat Kabupaten Probolinggo. Sebab untuk datang ke Dispersip Kabupaten Probolinggo sangatlah jauh.

“Sekarang kita ada buku digital melalui aplikasi e-pusda. Ke depan ada tugu titik baca fisiknya QR Code. Nanti tinggal scan saja tanpa harus masuk ke aplikasi. Rencananya akan ditempatkan di Alun-alun Kraksaan, rumah sakit serta pusat-pusat keramaian lainnya,” ungkapnya.

Ke depan tambah Nuring, perpustakaan tidak hanya sekedar menjadi tempat meminjam buku dan membaca saja, tapi pusat kegiatan masyarakat. “Harapannya upaya ini mampu mendongkrak indeks Kegemaran Membaca Masyarakat di Kabupaten Probolinggo. Kita akan jemput bola agar meningkatkan kemampuan masyarakat dalam literasi dan meningkatkan kemampuan anak-anak untuk membaca,” pungkasnya. (wan)