Thursday, October 8, 2026
Depan > Kemasyarakatan > Dispersip Kabupaten Probolinggo Perkuat Literasi Pustakawan, Guru dan Pegiat Literasi

Dispersip Kabupaten Probolinggo Perkuat Literasi Pustakawan, Guru dan Pegiat Literasi

KRAKSAAN – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Probolinggo terus memperkuat budaya literasi di daerah melalui bimbingan teknis (bimtek) literasi bagi pustakawan, guru dan pegiat literasi. Kegiatan yang berlangsung selama lima hari, Senin hingga Jum’at (22-26/6/2026) di Aula Pustakaloka Kantor Dispersip Kabupaten Probolinggo ini diikuti sebanyak 250 peserta dari berbagai unsur penggerak literasi.

Peserta terdiri atas 100 pustakawan dan pengelola perpustakaan, 50 guru serta 100 pegiat literasi dari berbagai kecamatan di Kabupaten Probolinggo. Mereka mendapatkan materi dari narasumber yang berasal dari Dispersip Kabupaten Probolinggo, akademisi, praktisi pendidikan, pustakawan hingga pegiat komunitas literasi yang berpengalaman di bidang perpustakaan, literasi dan informasi.

Kepala Bidang Pelayanan Pengembangan Perpustakaan Dispersip Kabupaten Probolinggo Nurul Yaqin menyampaikan kegiatan ini bertujuan memberikan pembekalan kepada pustakawan, guru dan pegiat literasi tentang literasi informasi agar mereka mampu mengenali kebutuhan informasi, melakukan penelusuran, mengevaluasi serta memanfaatkan sumber informasi secara kritis, etis dan efektif.

“Selain itu, kegiatan ini juga diarahkan untuk memperkuat peran pustakawan sebagai pengelola sumber informasi, guru sebagai fasilitator pembelajaran berbasis literasi dan pegiat literasi sebagai agen perubahan yang mampu memberdayakan masyarakat melalui berbagai program literasi,” ungkapnya.

Yaqin menambahkan, kolaborasi lintas profesi menjadi salah satu fokus utama dalam bimtek tersebut. Melalui sinergi antara pustakawan, tenaga pendidik dan komunitas literasi diharapkan dapat terbangun ekosistem literasi yang kuat, berkelanjutan dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di tengah perkembangan teknologi informasi.

Pustakawan dan pengelola perpustakaan, guru dan pegiat literasi di Kabupaten Probolinggo mengikuti bimtek literasi yang digelar oleh Dispersip Kabupaten Probolinggo. (Foto : Dispers

“Bimtek ini diharapkan menjadi ruang belajar bersama untuk menyamakan persepsi, meningkatkan keterampilan teknis serta membangun jejaring kolaborasi antar pemangku kepentingan literasi di Kabupaten Probolinggo,” jelasnya.

Sementara Kepala Dispersip Kabupaten Probolinggo Ulfiningtyas mengatakan literasi saat ini tidak lagi dimaknai sebatas kemampuan membaca dan menulis. Perkembangan teknologi menuntut masyarakat memiliki kemampuan berpikir kritis, bernalar, berkolaborasi dan memanfaatkan informasi secara bijaksana.

“Literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis. Di era transformasi digital ini, literasi berarti kemampuan berpikir kritis, bernalar, berkolaborasi serta memanfaatkan teknologi informasi secara bijak. Karena itu, pustakawan, guru dan pegiat literasi merupakan garda terdepan dalam membangun ekosistem literasi masyarakat,” katanya.

Ulfi menjelaskan Pemerintah Kabupaten Probolinggo berkomitmen mendukung Gerakan Literasi Nasional melalui berbagai program penguatan perpustakaan berbasis inklusi sosial. Dukungan tersebut diwujudkan melalui penyediaan anggaran, peningkatan sarana prasarana serta pelatihan berkelanjutan bagi pengelola perpustakaan dan pegiat literasi.

“Kami berharap seluruh peserta mengikuti bimtek dengan sungguh-sungguh, kemudian menerapkan ilmu yang diperoleh di lingkungan kerja maupun komunitas masing-masing,” terangnya.

Kepala Dispersip Kabupaten Probolinggo Ulfiningtyas (dua dari kiri) membuka kegiatan bimtek literasi bagi pustakawan dan pengelola perpustakaan, guru dan pegiat literasi di Kabupaten Probolinggo. (Foto : Dispersip)

Ulfi menegaskan komunikasi dan kolaborasi antar pustakawan, guru dan pegiat literasi perlu terus diperkuat agar gerakan literasi di Kabupaten Probolinggo semakin berkembang. “Melalui bimbingan teknis ini kami berharap dapat memperkuat komitmen bersama untuk mewujudkan Kabupaten Probolinggo yang SAE Literasi, berpengetahuan, berkarakter dan memiliki daya saing global,” pungkasnya. ***

Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info