Tuesday, March 5, 2024
Depan > Pemerintahan > Dispersip Gelar Bimtek Penerapan Aplikasi Srikandi Bagi Admin OPD

Dispersip Gelar Bimtek Penerapan Aplikasi Srikandi Bagi Admin OPD

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Probolinggo menggelar bimbingan teknis (bimtek) penerapan aplikasi Srikandi (Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi) bagi admin OPD di ruang pertemuan Tengger Kantor Bupati Probolinggo, Senin hingga Rabu (6-8/3/2023).

Kegiatan yang diikuti oleh 62 Admin OPD se-Kabupaten Probolinggo ini dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto didampingi Plt Kepala Dispersip Kabupaten Probolinggo Agus Mukson dan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo) Kabupaten Probolinggo Yulius Christian, Senin (6/3/2023).

Narasumber kegiatan berasal dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kendal. Yakni, Arsiparis Ahli Madya Endang Koestjahajaningsih dan Arsiparis Penyelia Ageng Prihantano Lukito.

Tim inti aplikasi Srikandi Kabupaten Probolinggo dalam persiapan percepatan penerapan aplikasi Srikandi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo, terdapat beberapa OPD yang tergabung meliputi Dispersip, Diskominfo, Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM, Bagian Organisasi, Bagian Umum dan Bagian Hukum.

Plt Kepala Dispersip Kabupaten Probolinggo Agus Mukson mengungkapkan aplikasi Srikandi memiliki beberapa fitur seperti fitur penciptaan arsip yang meliputi pembuatan, penandatanganan, pengiriman dan penerimaan naskah dinas secara elektronik antar instansi pemerintah.

“Selain itu terdapat fitur penggunaan arsip oleh pengguna yang berhak, peminjaman arsip dan fitur penyusutan arsip yang meliputi pemindahan dan pemusnahan arsip. Admin OPD berperan untuk manajemen unit kerja, jabatan dan informasi pengguna Srikandi dalam OPD itu sendiri. Pencatat surat berperan untuk mengelola penomoran surat otomatis, daftar penandatanganan, daftar verifikator dan daftar tujuan dan lain sebagainya,” ungkapnya.

Agus menjelaskan penerapan aplikasi Srikandi dalam lingkungan instansi pemerintah diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan akuntabilitas dalam kearsipan serta menjadi memori kolektif bangsa karena pengelolaan informasi berbasis digital dapat terekam dengan baik dan memudahkan koordinasi.

“Keberhasilan penerapan aplikasi Srikandi ini tentu terletak pada peran, kolaborasi dan komitmen yang kuat dari seluruh OPD di lingkungan pemerintah yang berkaitan sehingga tertib arsip, tranformasi digital dalam kearsipan dan penyelenggaraan SPBE dapat terwujud,” tegasnya.

Sementara Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto mengatakan pada era digitalisasi seperti saat ini, pemanfaatan teknologi merupakan suatu hal yang tidak bisa dihindarkan karena kebutuhan informasi yang cepat dan tepat menjadi kebutuhan utama disegala aspek.

“Kita sebagai instansi pemerintah diwajibkan terus berinovasi agar ada peningkatan kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. Inovasi perupakan kunci untuk meningkatkan kwalitas pelayanan dan daya saing daerah,” katanya.

Menurut Sekda Ugas, inovasi merupakan cara baru dalam tata kelola perintahan agar lebih efektif dan efisien . Hal inilah yang mendorong pihaknya untuk berkomitmen menerapkan aplikasi Srikandi (Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo.

“Aplikasi yang diluncurkan oleh Arsip Nasional RI dan dibangun bersama Kementrian PAN-RB, Kementrian Kominfo dan Badan Siber dan Sandi Nasional adalah aplikasi wajib dalam pengelolaan arsip yang menjadi penentu tata kelola pemerintahan berbasis elektronik,” jelasnya.

Sesuai arahan Presiden jelas Sekda Ugas, aplikasi ini harus diimplementasikan oleh pemerintah pusat dan daerah. Oleh karena itu perlu diperhatikan bersama bahwa setelah pelaksanaan bimtek, operator wajib menerapkan aplikasi ini sebagai satu-satunya aplikasi persuratan. Dengan demikian perlu adanya dukungan penuh dari semua Kepala OPD.

“Disamping itu, bahwa saat ini secara nasional pemerintah daerah dituntut adanya tranformasi menuju digitalisasi arsip sehingga terjadi peningkatan kwalitas dalam tata kelola pemerintahan dan percepatan pelayanan kepada masyarakat yang sejalan dengan motto Pemerintahan Kabupaten Probolinggo dalam tata kelola pemerintahan yaitu BUS PATAS (Loyalitas, Kwalitas, Efektifitas dan Tuntas),” terangnya.

Sekda Ugas mengharapkan kepada semua OPD untuk merencanakan pemenuhan sarana prasarana digitalisasi arsip, sebagai upaya Pemerintah Kabupaten Probolinggo dalam pelaksanaan Sistem Pemerintah Berbasis Elektronik.

“Harapannya bahwa aplikasi Srikandi ini dapat diterapkan dalam pengelolaan arsip di OPD masing-masing dan dapat memberikan manfaat kemudahan bagi kita semua,” pungkasnya. (wan)