Saturday, September 18, 2021
Depan > Kemasyarakatan > Disperindag Fasilitasi Produk IKM Untuk Peluang Ekspor

Disperindag Fasilitasi Produk IKM Untuk Peluang Ekspor

Reporter : Syamsul Akbar
TONGAS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) akan berupaya memfasilitasi dan mengarahkan produk-produk IKM (Industri Kecil dan Menengah) untuk ekspor.

Hal tersebut terungkap dalam kegiatan pembinaan IKM dengan tema “Strategi Pemasaran dan Peluang Ekspor” yang digelar oleh Disperindag Kabupaten Probolinggo di Pendopo Kecamatan Tongas, Kamis (17/6/2021).

Pembinaan IKM ini diikuti oleh 25 orang pelaku produk IKM yang ada di wilayah Kecamatan Tongas. Tidak hanya sekedar mengikuti pembinaan saja, mereka juga membawa serta produk-produk IKM yang dihasilkan untuk mendapatkan masukan agar produknya bisa layak untuk ekspor.

“Tujuan Disperindag melaksanakan pembinaan untuk IKM di Kecamatan Tongas ini adalah untuk memfasilitasi IKM yang ada di Kecamatan Tongas untuk diarahkan ke peluang ekspor sesuai dengan tupoksi Disperindag,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disperindag Kabupaten Probolinggo Taufik Alami.

Menurut Taufik, upaya ini tentunya sejalan dengan program dari Disperindag karena ada Bidang Perdagangan yang akan memfasilitasi dan membina produk-produk IKM untuk bisa ekspor.

“Harapan Pemerintah Kabupaten Probolinggo sesuai arahan dan petunjuk Ibu Bupati, bagaimana penguatan ekonomi masyarakat, khususnya bagi IKM diharapkan bagaimana produk-produk yang sudah layak untuk diekspor kita fasilitasi dan kita orbitkan yang pada ujungnya adalah meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya pelaku usaha,” jelasnya.

Khusus untuk Kecamatan Tongas jelas Taufik, titik berat prioritasnya kepada produk usaha maritim atau perikanan laut. Di situ potensinya luar biasa karena ada olahan rajungan, aneka kerupuk ikan dan aneka petis. “Nanti kita data semua dan kemudian kita cek untuk dilakukan verifikasi produk mana saja yang memiliki peluang ekspor dan kelemahannya kita perbaiki mulai dari packaging, kualitas dan lain sebagainya,” tegasnya.

Taufik mengharapkan untuk semua IKM di Kabupaten Probolinggo nantinya mampu menciptakan produk-produk yang sudah mengarah ke peluang ekspor. “Karena untuk lokal kita sudah optimal dan sudah maksimal. Untuk kebutuhan regional dan nasional kita sudah, tetapi kita mencoba merambah lagi untuk ke level 5 atau level ekspor internasional,” pungkasnya. (wan)