Depan > Pendidikan > Dispendik Lakukan Refleksi Akhir Tahun Pendidikan 2021

Dispendik Lakukan Refleksi Akhir Tahun Pendidikan 2021

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo melakukan refleksi akhir tahun pendidikan Kabupaten Probolinggo tahun 2021 di Auditorium Kantor Bupati Probolinggo, Kamis (16/12/2021).

Kegiatan ini diikuti oleh Pengawas TK, SD dan SMP, Penilik, PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia), perwakilan Kepala TK, SD dan SMP serta perwakilan guru yang ada di Kabupaten Probolinggo.

Refleksi akhir tahun pendidikan ini dihadiri oleh Plt Bupati Probolinggo Drs. HA. Timbul Prihanjoko, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Probolinggo David Palapa Duarsa, Kanit Tipikor Polres Probolinggo Iptu M. Kurdi, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Heri Sulistyanto dan Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo Fathur Rozi.

Dalam kesempatan tersebut, diserahkan penghargaan untuk pengawas dan guru berprestasi. Pengawas Inspiratif Terbaik diraih Pengawas SMP Ganif Rojikin, Finalis Kepala Sekolah Inspiratif diraih Kepala SMPN 3 Maron Milyun Wijayanti, 10 Terbaik DeMikroskop Award Bidang IPA diraih guru SMPN 1 Krucil Minahur Rohman.

Selanjutnya siswa berprestasi pemenang lomba FLS2N/KOSN Tingkat Kabupaten Probolinggo Tahun 2021. Kategori juara 1 seni tari diraih Yunita Munawaroh dari SDN Tanjungrejo 1 Kecamatan Tongas, juara 1 gambar bercerita diraih Victoriena Valhala Vivadien E.Y dari SD Muhammadiyah 1 Kecamatan Paiton dan juara 1 pencak silat putri diraih Fenia Anggrainy Nisak dari SDN Muhammadiyah 2 Pendil Kecamatan Banyuanyar.

Kemudian, pemenang lomba KSN Tingkat Kabupaten Probolinggo Tahun 2021, juara 1 Mata Pelajaran Matematika diraih Eureka Alfa Kamil dari SMP Nurul Jadid Paiton, juara 1 Mata Pelajaran IPA diraih Ummu Melbina Az-Zahra dari SMP Insan Terpadu Paiton dan juara 1 Mata Pelajaran IPS diraih Jaudah Dahlia Saidi dari SMP Bhakti Pertiwi Paiton.

Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo Fathur Rozi mengungkapkan untuk meningkatkan indek pendidikan harus mendapatkan perhatian yang serius agar indek pendidikan di Kabupaten Proboinggo. Ada 2 (dua) indikator sebenarnya meliputi harapan lama sekolah dan rata-rata lama sekolah.

“Melalui kegiatan refleksi akhir tahun pendidikan ini kita akan melihat kembali selama 1 tahun perjalanan, apa yang sudah kita lakukan dan prestasi-prestasi apa yang sudah kita dapatkan. Tentu ini menjadi cermin bagi kami Dinas Pendidikan untuk terus berprestasi dan berkarya dalam rangka mewujudkan dan meningkatkan indek pendidikan itu sendiri,” ujarnya.

Rozi menerangkan tentu dalam bekerja harus ada target. Apakah kemudian terkait dengan peningkatan angka harapan lama sekolah dan rata-rata lama sekolah yang kemudian dibreakdown. Misalnya terbreakdown dalam Angka Partisipasi Kasar (APK) jenjang PAUD, SD dan SMP maupun angka partisipasi sekolah. Itu semua mempunyai target dan setiap tahun target itu harus naik dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Sebenarnya IPM itu ada 3 (tiga) indikator meliputi indek kesehatan, indek daya beli dan indek pendidikan. Ini menjadi satu kesatuan dalam rangka meningkatkan Indek Pembangunan Manusia sehingga menjadi tidak terpisahkan. Indek kesehatan dan indek daya beli bagus, tetapi indek pendidikan tidak bagus, maka secara otomatis Indek Pembangunan Manusia juga menjadi kurang bagus. Maka agar IPM bagus, ketiga indek ini yang harus kita naikkan,” tegasnya.

Sementara Plt Bupati Probolinggo Drs. HA. Timbul Prihanjoko menyampaikan bahwa hampir dua tahun semua bangsa Indonesia berada di masa pandemi Covid-19, seluruh aspek kehidupan manusia mengalami perubahan, baik itu ekonomi, sosial, budaya, peribadatan hingga dunia pendidikan. Pandemi Covid-19 telah mengajarkan bagaimana untuk tetap bisa survive dan bangkit utamanya dalam dunia pendidikan.

“Selama hampir dua tahun itu juga, pendidikan mengalami pergeseran paradigma pembelajaran. Jika sebelumnya pembelajaran dilaksanakan ansich secara konvensional tatap muka, maka pada saat pandemi Covid-19, kita dipaksa untuk beradaptasi dan bepikir kreatif melaksanakan pembelajaran tidak hanya secara daring atau online melainkan juga secara blended learning,” katanya.

Menurut Plt Bupati Timbul, tentu ini menjadi tantangan pembelajaran di tengah pandemi Covid-19. Tapi pada prinsipnya tidak boleh terjadi yang namanya learning lost dalam dunia pendidikan. Pembelajaran tetap harus berjalan dalam upaya menyiapkan peserta didik menjadi generasi unggul dan berdaya saing menyongsong Indonesia Emas di tahun 2045. Tepat satu abad Indonesia merdeka.

“Semangat ini tentu sejalan dengan visi Kabupaten Probolinggo. Yakni, terwujudnya masyarakat Kabupaten Probolinggo berakhlak mulia yang sejahtera, berkeadilan dan berdaya saing. Apalagi pembangunan kualitas sumberdaya manusia merupakan modal dasar bagi majunya suatu bangsa,” jelasnya.

Plt Bupati Timbul menerangkan berbagai ikhtiar terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Probolinggo melalui Dinas Pendidikan, baik mulai dari penyediaan anggaran peningkatan akses dan mutu pendidikan, seperti rehabilitasi bangunan sekolah, pembangunan ruang kelas baru, penyedian alat praktik komputes, peningkatan kompetensi guru, hibah peningkatan pendidikan kesetaraan hingga penyediaan honorarium GTT dan PTT di lingkungan Dinas Pendidikan.

“Disamping itu, berbagai inovasi dan kreativitas terus digalakan, baik mulai dari inovasi Bela Sang Raja (Pembelajaran Kelas Rangkap), buku balebung hingga Gunting Emas (Guru PAUD Peduli Stunting Bersama Masyarakat). Ini semua dimaksudkan untuk mewujudkan kualitas pendidikan, sehingga pembelajaran dapat berjalan dengan baik demi terwujudnya generasi bangsa yang unggul dan berdaya saing,” tegasnya.

Lebih lanjut Plt Bupati Timbul menegaskan saat ini tidak hanya hidup di era Revolusi Industri 4.0, sebuah era dimana semua aspek kehidupan manusia menitikberatkan pada aspek digitalisasi dan otomasi. Melainkan juga hadir dan hidup di sebuah era yang disebut sebagai Society 5.0 dimana aspek dan nilai-nilai kemanusiaan menjadi yang utama dalam pembangunan sebuah bangsa.

“Jika Revolusi Industri 4.0 menggunakan artificial intelligence atau kecerdasan buatan sebagai komponen utamanya, maka Society 5.0 menempatkan manusia sebagai komponen utamanya,” ujarnya.

Plt Bupati Timbul menambahkan ada empat kecakapan yang harus disiapkan dan harus dimiliki dalam menghadapi era ini. Yakni kecakapan berpikir kritis (critical thinking skills), kecakapan berkomunikasi (communication skills), kecakapan kreativitas dan inovasi (creativity and innovation skills) dan kecakapan kolaborasi (collaboration skills).

“Tetapi untuk Kabupaten Probolinggo juga diperlukan juga kecakapan spiritual (spiritual skills). Saya berharap agar seluruh guru dan tenaga kependidikan di Kabupaten Probolinggo mampu memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan tetap mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan sebagai peluang untuk meningkatkan kualitas diri dan peserta didik, sehingga berujung pada meningkatnya kualitas sumberdaya manusia yang unggul dan berdaya saing,” pungkasnya. (wan)