Thursday, October 8, 2026
Depan > Kemasyarakatan > Disnaker Kabupaten Probolinggo Perkuat Kolaborasi Tekan Tingkat Pengangguran Terbuka

Disnaker Kabupaten Probolinggo Perkuat Kolaborasi Tekan Tingkat Pengangguran Terbuka

PROBOLINGGO – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Probolinggo mulai memperkuat sinergi dengan perusahaan swasta sebagai upaya mempercepat penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT). Langkah tersebut diwujudkan melalui pembahasan draft Memorandum of Understanding (MoU) yang melibatkan sejumlah perusahaan di Kabupaten Probolinggo, Rabu (15/7/2026).

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Disnaker Kabupaten Probolinggo Saniwar, Kepala Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Probolinggo Moh. Syarifuddin dan sejumlah Perusahaan swasta di Kabupaten Probolinggo.

Kepala Disnaker Kabupaten Probolinggo Saniwar mengatakan pembahasan draft MoU tersebut menjadi bagian dari transformasi percepatan pengurangan angka pengangguran melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha.

“Kegiatan ini merupakan pembahasan draft MoU dalam rangka transformasi percepatan pengurangan Tingkat Pengangguran Terbuka di Kabupaten Probolinggo melalui kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo dengan perusahaan-perusahaan swasta yang ada di Kabupaten Probolinggo,” katanya.

Perusahaan swasta mengikuti pembahasan draft MoU kolaborasi Pemkab Probolinggo untuk turunkan tingkat pengangguran terbuka. (Foto : Disnaker)

Menurut Saniwar, pembahasan difokuskan pada penyusunan langkah-langkah strategis bersama agar perusahaan dapat berperan aktif dalam membuka kesempatan kerja bagi masyarakat Kabupaten Probolinggo.

“Intinya, hari ini kami membahas draft kerja sama dengan beberapa perusahaan. Harapannya, kolaborasi ini dapat memperkuat upaya penurunan angka pengangguran terbuka di Kabupaten Probolinggo,” jelasnya.

Saniwar menjelaskan, berdasarkan data tahun 2025, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kabupaten Probolinggo tercatat sebesar 2,92 persen, turun dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 3 persen. Meski demikian, persentase tersebut masih setara dengan sekitar 20 ribu penduduk yang masuk kategori pengangguran terbuka.

“Walaupun persentasenya turun menjadi 2,92 persen, jika dikonversikan ke jumlah penduduk masih ada sekitar 20 ribu warga yang termasuk pengangguran terbuka. Karena itu, kami terus berupaya membangun kolaborasi dengan perusahaan swasta agar angka tersebut dapat ditekan lebih rendah lagi,” pungkasnya. ***

Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info