Monday, September 20, 2021
Depan > Pendidikan > Diskan-SMKN 1 Dringu Teken MoU Pendidikan Vokhasi Bidang Perikanan

Diskan-SMKN 1 Dringu Teken MoU Pendidikan Vokhasi Bidang Perikanan

Reporter : Syamsul Akbar
DRINGU – Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Probolinggo dan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Dringu melakukan penandatanganan (teken) dalam bentuk MoU (Memorandum of Understanding) Tentang Pelatihan dan Magang Bagi Guru dan Siswa serta Pendidikan Vokhasi Bidang Perikanan, Senin (23/8/2021).

Kegiatan yang dipusatkan di ruang pertemuan Diskan Kabupaten Probolinggo ini dihadiri oleh Kepala Diskan Kabupaten Probolinggo Dedy Isfandi didampingi Kepala Bidang Perikanan Budidaya Wahid Noor Aziz dan Kepala SMKN 1 Dringu Sumariadi bersama sejumlah dewan guru.

Kepala Diskan Kabupaten Probolinggo Dedy Isfandi mengatakan sebagai salah satu penggagas berdirinya SMKN 1 Dringu, pihaknya akan terus melakukan pendampingan untuk meningkatkan mutu dan kualitas SMKN 1 Dringu walaupun kewenangannya berada di bawah Provinsi Jawa Timur.

“Secara umum, MoU ini bertujuan untuk meningkatkan dan mengembangkan kemampuan sumber daya masing-masing pihak di bidang perikanan, khususnya dalam dunia pendidikan vokhasi atau keahlian khusus di bidang perikanan,” katanya.

Sementara Kepala SMKN 1 Dringu Sumariadi mengungkapkan meskipun lembaga pendidikannya sudah menjadi kewenangan Provinsi Jawa Timur, tetapi pihaknya tetap selalu berkoordinai khususnya dengan Diskan Kabupaten Probolinggo. “Kita tetap mengharapkan kepastian lokasi sekolah,” ujarnya.

Terpisah Kepala Bidang Perikanan Budidaya Diskan Kabupaten Probolinggo Wahid Noor Aziz menyampaikan yang melatarbelakangi kegiatan ini karena setiap tahun ada kegiatan magang para siswa SMKN 1 Dringu di bidang perikanan baik langsung ke Diskan Kabupaten Probolinggo maupun ke pembudidaya yang ada di Kabupaten Probolinggo sehingga diperlukan penguatan melalui MoU.

“Ruang lingkupnya adalah pengembangan dan pelatihan di bidang perikanan baik itu tentang teknis budidaya serta pelatihan pengolahan hasil perikanan. Untuk pendidikan vokhasi, biasanya kita diundang sebagai guru eksternal yang akan menilai sehingga siswanya mendapatkan sertifikat uji kompetensi keahlian,” ungkapnya. (wan)